Santri Tebuireng Dominasi Peringkat Atas TKA Jombang 2026
- 24 Jun 2026 20:46 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Santri dari sejumlah madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng mendominasi peringkat atas hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kabupaten Jombang tahun 2026. Empat santri berhasil menembus jajaran 10 besar terbaik, termasuk peraih nilai tertinggi tingkat kabupaten.
Berdasarkan hasil TKA yang digelar pada 6–7 April 2026, Noura Aziza Hidayati, santriwati MTs Sains Salahuddin Wahid Kesamben, berhasil menempati posisi pertama dengan nilai Matematika 90 dan Bahasa Indonesia 96,67. Capaian tersebut menjadikannya peserta dengan nilai tertinggi TKA tingkat Kabupaten Jombang tahun ini.
Dominasi santri Tebuireng juga terlihat dari raihan tiga posisi lainnya di daftar 10 besar. Santri MTs Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng, Syauqi Mafazha El-Fahrezy, menempati peringkat ketiga dengan nilai Matematika 83,33 dan Bahasa Indonesia 96,67. Kemudian Rafka Zidan Alfarisy berada di urutan keenam dengan nilai Matematika 90 dan Bahasa Indonesia 86,67, sedangkan Hanif Muqaffa Al-Fawwaz menempati posisi kedelapan dengan nilai Matematika 76,67 dan Bahasa Indonesia 96,67.
Selain mencatatkan prestasi individu, MTs Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng juga meraih nilai rata-rata tertinggi TKA tingkat Kabupaten Jombang, yakni 65,65. Sementara MTs Sains Salahuddin Wahid Kesamben memperoleh nilai rata-rata 62,29.
Kepala MTs Sains Salahuddin Wahid, Mudhfar, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembelajaran yang berjalan secara konsisten di madrasah. Ia mengaku bersyukur atas capaian yang diraih para siswa, terutama karena mampu menempatkan salah satu santrinya sebagai peraih nilai tertinggi tingkat kabupaten.
"Kami tentu sangat bersyukur dan bangga atas hasil yang dicapai Noura maupun seluruh siswa angkatan keempat. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras siswa dan pendampingan guru dapat membuahkan hasil yang baik. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya," kata Mudhfar, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menjelaskan, TKA merupakan asesmen yang digunakan untuk memetakan kemampuan akademik siswa, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi, sekaligus menjadi bahan evaluasi mutu pembelajaran di madrasah.
"Melalui TKA, kemampuan peserta didik dalam bidang literasi dan numerasi dapat diukur secara lebih terstruktur. Hasilnya juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah," ujarnya.
Menurut Mudhfar, madrasah tidak menerapkan program persiapan khusus menjelang pelaksanaan TKA. Pendekatan yang dilakukan lebih menitikberatkan pada penguatan kebiasaan belajar dan pendampingan akademik yang berkelanjutan.
"Kami hanya mendorong siswa untuk memanfaatkan waktu luang dengan membaca dan berlatih soal. Pendampingan dilakukan sebagaimana menghadapi ujian pada umumnya, sehingga kemampuan mereka berkembang melalui proses belajar yang konsisten," tuturnya.
Ia menambahkan, program pembinaan yang dijalankan melalui KKMTs 8 turut mendukung kesiapan siswa menghadapi asesmen tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala MTs Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng, Dawud Ubaidillah Habibi, menilai keberhasilan para santri merupakan hasil kolaborasi antara pembelajaran akademik, pendampingan guru, serta dukungan spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Alhamdulillah, kami bersyukur atas prestasi yang diraih para siswa. Capaian ini merupakan hasil kerja keras mereka, dukungan para guru, serta kontribusi banyak pihak yang terlibat dalam proses pendidikan," katanya.
Ia menambahkan, aspek spiritual juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mendampingi siswa. "Selain pembinaan akademik, kami juga memperkuat ikhtiar batin melalui doa bersama dan istighotsah. Kami meyakini prestasi ini merupakan karunia Allah SWT yang patut disyukuri bersama," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....