PKBM Krisna Kediri Beri Harapan Baru bagi Pendidikan Anak Berkebutuhan

  • 19 Jun 2026 00:10 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Sebuah terobosan pendidikan inklusif lahir di Desa Gedang Sewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang menjadi oase bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Krisna kini hadir menjawab tantangan terbatasnya fasilitas Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah tersebut melalui inisiatif program bernama "Rumah Stimulus".

Program ini merupakan wujud nyata komitmen PKBM Krisna dalam memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan hak pendidikan yang layak. Sejak didirikan pada tahun 2018, lembaga non-formal ini telah menyediakan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C yang legal dan diakui negara.

Ketua PKBM Krisna, Anang Sugianto, menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar tempat belajar biasa, melainkan jembatan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang setara. "Ijazah yang dikeluarkan pun kini telah setara dengan sekolah formal sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi maupun mendaftar pekerjaan," ucap Anang.

Saat ini, Rumah Stimulus telah berhasil merangkul 14 siswa berkebutuhan khusus untuk mendapatkan bimbingan intensif. Pendekatan yang digunakan pun sangat personal, mengingat setiap anak memiliki kebutuhan dan karakteristik yang unik sehingga memerlukan penanganan yang berbeda pula.

Pembina Inklusi PKBM Krisna, Niken Mustikawati, menjelaskan bahwa standar layanan mereka sangat ketat untuk menjamin efektivitas stimulasi. "Proses pembelajaran diawali dengan asesmen dan observasi yang melibatkan psikolog profesional," ujar Niken.

Keberhasilan inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, pemerintah desa, serta dukungan penuh orang tua. Partisipasi aktif keluarga menjadi kunci, terutama dalam melakukan stimulasi pengulangan materi saat anak berada di rumah.

Melalui program ini, PKBM Krisna ingin memutus stigma negatif terhadap anak berkebutuhan khusus di masyarakat. Harapannya, langkah kecil di Pare ini dapat membuka mata masyarakat luas untuk lebih merangkul, menghargai, dan memenuhi hak pendidikan bagi anak-anak istimewa agar mereka mampu meraih kemandirian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....