Musyawarah Nasional - Konferensi Besar NU 2026 Terapkan Pengamanan Humanis

  • 17 Jun 2026 16:10 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri siap menerapkan pengamanan humanis

RRI.CO.ID, Kediri - Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri siap menerapkan pengamanan humanis.

Menurut Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026, Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil), persiapan pengamanan menyambut gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, memasuki fase final.

"Rapat Koordinasi (Rakor) final dan memantau langsung Apel Banser sudah digelar pada Selasa, 16 Juni 2026. Saat itu, Seksi Keamanan menyatakan seluruh personel telah siap siaga di lapangan," kata Wakil Koordinator Seksi Keamanan Munas-Konbes NU 2026, Muchamad Nabil Haroen, pada Rabu, 17 Juni 2026.

Pada momentum tersebut, sistem pengamanan yang dirancang tidak hanya mengedepankan aspek prosedural yang ketat. Namun juga dibalut dengan nuansa khidmah (pengabdian) yang kental khas tradisi pesantren.

Selain itu, seluruh pergerakan pasukan di lapangan wajib mengutamakan kenyamanan para masyayikh, kiai, dan seluruh tamu undangan.

"Semangat pengamanan yang kami bangun adalah semangat khidmah. Kami hadir bukan sekadar menjaga keamanan fisik, melainkan melayani para kiai, memuliakan tamu, dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh peserta," katanya.

Kemudian, demi menjamin kelancaran seluruh rangkaian acara yang diprediksi melibatkan massa dalam jumlah besar, sistem pengamanan kolaboratif telah disiagakan secara penuh. Kekuatan lini depan ini mengintegrasikan seluruh kekuatan Badan Otonom (Banom) NU serta keamanan internal pesantren.

Kekuatan lini depan tersebut mengandalkan sinergi antara Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pagar Nusa beserta pasukan inti. Ada pula anggota CBP IPNU dan KPP IPPNU, Garda Fatayat NU, serta Seksi Keamanan Internal Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kabupaten Kediri.

"Untuk memantapkan ruang gerak dan mengantisipasi segala potensi gangguan di lapangan, koordinasi intensif juga terus jalin dengan aparat penegak hukum dari unsur TNI dan Polri sesuai kewenangannya," katanya.

Berdasarkan hasil rakor terbaru, tambah Nabil, seluruh personel yang bertugas dipastikan bergerak dalam satu komando yang teratur. Pendekatan yang digunakan di lapangan adalah pendekatan yang humanis dan persuasif, tapi tetap disiplin dengan menjunjung tinggi adab pesantren serta nilai-nilai ukhuwah nahdliyah.

Ia mengimbau, untuk peserta diharapkan selalu tertib akses dan Zonasi ID Card. Hal itu mengingat tingginya antusiasme warga Nahdliyin yang diprediksi akan memadati area Kediri,sehingga seluruh peserta dan tamu undangan untuk bekerja sama menjaga kondusivitas.

"Kami minta agar semua peserta selalu mematuhi ketertiban protokol, karena itu menjadi kunci kenyamanan bersama. Kami harap seluruh pihak yang hadir untuk selalu menaati tata tertib yang berlaku di area pesantren, mengenakan tanda pengenal resmi (ID Card) selama berada di lokasi kegiatan, mengikuti pengaturan akses jalan dan zonasi yang telah ditetapkan oleh panitia demi kelancaran arus mobilisasi," katanya.

Menyikapi dinamika forum yang kerap menghangat dalam pembahasan-pembahasan krusial, Gus Nabil mengingatkan, bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah di tubuh NU. Namun, persaudaraan, penghormatan kepada para ulama, serta kepatuhan terhadap aturan bersama harus senantiasa menjadi landasan utama.

" Dengan selesainya rakor final dan apel kesiapsiagaan siang ini, panitia optimistis Munas-Konbes NU 2026 di Ploso akan berlangsung dengan lancar, aman, serta mampu melahirkan keputusan-keputusan strategis bagi kemajuan jam'iyah, umat, bangsa, dan negara," kata Gus Nabil.

Sementara itu, selaku tuan rumah, Pengasuh Ponpes Al Falah Ploso KH Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar menyampaikan, rasa syukurnya karena pemilihan lokasi ini juga menjadi kesempatan berkhidmah untuk NU.

"Ke depan acara ini bakal dihadiri, sekitar 500 peserta resmi ditambah tamu undangan dan masyayikh akan hadir, total diperkirakan 1.000 orang," kata Gus Kautsar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....