Regenerasi Petani Jadi Kunci Pertanian Modern Indonesia
- 16 Jun 2026 21:56 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Transformasi sektor pertanian menuju sistem modern menjadi fokus pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045. Perubahan dari pola tanam konvensional menuju pertanian berbasis teknologi dinilai menjadi momentum penting kebangkitan sektor agraris.
Penyuluh Pertanian Kabupaten Kediri, Jimly Assidhiqy, mengatakan tantangan terbesar dalam transformasi tersebut adalah regenerasi petani. Menurutnya, generasi muda perlu didorong untuk memandang pertanian sebagai profesi yang menjanjikan dan memiliki nilai prestise.
"Yang paling penting adalah mengubah pola pikir generasi muda bahwa bertani bukan lagi pekerjaan yang identik dengan kotor dan minim keuntungan, melainkan sektor yang memiliki prospek cerah," ujar Jimly, Selasa 16 Juni 2026.
Ia menilai perkembangan teknologi pertanian mulai mengikis stigma negatif terhadap profesi petani. Pemanfaatan alat modern, digitalisasi, hingga kemudahan akses informasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Selain inovasi teknologi, kebijakan pemerintah juga dinilai berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang membantu menjaga stabilitas harga hasil panen.
Di sisi lain, edukasi terkait keberlanjutan lingkungan terus digencarkan. Jimly menyoroti pentingnya pemulihan kesehatan tanah yang mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan bahan kimia berlebihan.
"Penggunaan pupuk organik perlu terus didorong agar kualitas lahan tetap terjaga untuk jangka panjang," katanya.
Ke depan, sinergi antara pemanfaatan teknologi dan semangat gotong royong diyakini menjadi kunci pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi tersebut, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi bidang yang semakin diminati generasi muda sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....