Suro, Jasa Cuci Pusaka Jombang Banjir Orderan
- 16 Jun 2026 19:38 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Tradisi menyambut Bulan Suro yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah mendorong meningkatnya permintaan jasa perawatan benda pusaka di Kabupaten Jombang. Sejumlah pelaku usaha pencucian keris, tombak, pedang, hingga pusaka kuno mengaku menerima lonjakan pesanan dari masyarakat yang ingin merawat koleksi pusaka mereka menjelang pergantian tahun Jawa tersebut.
Salah seorang penyedia jasa perawatan benda pusaka di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Sudari, mengatakan peningkatan pelanggan mulai terasa sejak satu pekan terakhir. Benda pusaka yang dibawa untuk dibersihkan didominasi keris, tombak, pedang, hingga pusaka yang diyakini berasal dari masa Kerajaan Majapahit.
"Beberapa hari terakhir jumlah pelanggan meningkat cukup signifikan. Sebagian besar membawa keris, tombak, pedang, bahkan ada pula pusaka yang disebut berasal dari peninggalan era Majapahit untuk dirawat," kata Sudari, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurutnya, dibandingkan hari biasa, jumlah benda pusaka yang masuk untuk dibersihkan mengalami kenaikan cukup tajam. Jika sebelumnya hanya berkisar belasan bilah, kini antrean pesanan terus bertambah karena banyak kolektor dan pecinta pusaka memilih melakukan perawatan menjelang Bulan Suro.
"Momen Suro seperti sekarang, jumlah pusaka yang masuk meningkat hingga beberapa 5 kali lipat sehingga proses pengerjaannya harus dilakukan secara bergantian," ujarnya.
Sudari menjelaskan, tarif perawatan disesuaikan dengan ukuran benda pusaka yang dibersihkan. Untuk keris berukuran sedang dikenakan biaya mulai Rp75.000, sedangkan pedang atau pusaka berukuran besar dapat mencapai Rp250.000 per bilah.
| Baca juga: Jombang Perluas Gerakan Sampah Jadi Sedekah |
Sementara itu, salah seorang pelanggan, Hasanuddin, mengaku tradisi membersihkan benda pusaka pada Bulan Suro telah menjadi kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun dalam keluarganya. Baginya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga kelestarian warisan budaya agar tetap terawat.
"Merawat pusaka setiap Bulan Suro sudah menjadi tradisi keluarga sejak lama. Tujuannya bukan sekadar menjaga fisik benda tersebut, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap peninggalan budaya yang memiliki nilai sejarah," ucap Hasanuddin.
Selain melayani pencucian benda pusaka, pelaku usaha di Jombang juga menerima pembuatan warangka serta menyediakan berbagai jenis pusaka koleksi. Meningkatnya aktivitas tersebut pada momentum Bulan Suro turut memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha yang bergerak di bidang pelestarian benda-benda budaya tradisional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....