Permintaan Giling Daging di Jombang Melonjak di Momen Iduladha

  • 30 Mei 2026 05:24 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Permintaan jasa penggilingan daging di Kabupaten Jombang melonjak signifikan di momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Salah satu pelaku usaha penggilingan daging di Pasar Cukir, Agus Santoso, mengatakan volume daging yang digiling saat musim kurban ini meningkat drastis dibanding hari normal. Jika biasanya hanya menerima sekitar 50 hingga 100 kilogram daging per hari, saat Iduladha jumlah tersebut dapat mencapai 800 kilogram hingga lebih dari satu ton dalam sehari.

"Kalau musim kurban ini memang biasanya melonjak sampai hampir 10 kali lipat. Alasannya karena orang-orang juga kan banyak yang milih ngolah dagingnya itu untuk bakso, ada yang dibuat sosis, ya macam-macam, sesuai selera sama kreasi sendiri kalau itu,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Menurut Agus, jumlah pelanggan yang datang juga mengalami peningkatan signifikan. Dalam kondisi normal, tempat usahanya melayani sekitar 30 sampai 50 pelanggan per hari. Sementara pada momen Iduladha ini, jumlah pelanggan dapat mencapai 150 hingga 200 orang dalam sehari.

Tingginya permintaan membuatnya harus menambah jam operasional dan tenaga kerja. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi antrean panjang sekaligus menjaga kualitas hasil gilingan di tengah meningkatnya volume pekerjaan.

“Kalau untuk tarif masih normal. Per kilonya itu Rp7.000. Tapi khusus yang bakso, kalau misal mau lengkap langsung dicampur sama adonan tepung dan bumbu itu harganya Rp60.000, naik sedikit dari hari normal yang biasanya 50.000 per kilo,” jelasnya.

Selain penggilingan daging, sejumlah pelanggan juga memanfaatkan layanan tambahan berupa pencetakan bakso yang tersedia langsung di tempat. Layanan tersebut menjadi pilihan masyarakat yang ingin langsung mengolah daging kurban menjadi makanan siap masak.

Salah seorang warga Jombang, Nur Hidayah, mengaku sengaja menggunakan jasa penggilingan karena lebih efisien dibanding mengolah daging secara manual di rumah. Menurutnya, hasil gilingan mesin lebih halus dan memudahkan proses pembuatan berbagai olahan makanan. "Lebih simple dan praktis sebenarnya. Jadi di rumah itu bisa langsung di masak,” ujarnya.

Pelaku usaha memperkirakan tingginya permintaan jasa penggilingan daging masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Sebab distribusi daging kurban di sejumlah wilayah biasanya dilakukan secara bertahap sehingga masyarakat datang bergantian untuk menggiling daging yang diterima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....