Kemendikdasmen Dorong Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris Melalui Beasiswa
- 15 Jun 2026 11:22 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI setiap tahun menyediakan beasiswa pelatihan dan uji kompetensi bagi kaum muda berusia 17–30 tahun yang belum berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi atau pendidikan formal.
Hal itu disampaikan Asesor Lembaga Sertifikasi Kompetensi Bahasa Inggris (LSK BIG) di bawah naungan Kemendikdasmen RI, Lusi Reni Intan, Minggu, 14 Juni 2026. Menurutnya, salah satu Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang memperoleh bantuan beasiswa tersebut adalah Titik Nol English Course di Pare, Kabupaten Kediri.
“Kali ini salah satu TUK atau Tempat Uji Kompetensi yang mendapatkan bantuan beasiswa itu di Titik Nol English Course, Pare, dan di uji kompetensi ini mereka mengambil level yang kedua, english for communication,” ujarnya.
Lusi menjelaskan bahwa uji kompetensi Bahasa Inggris terbuka bagi siapa saja dan tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga pendidik. Menurutnya, sertifikasi tersebut bertujuan mengukur kemampuan Bahasa Inggris peserta secara terstandar.
“Disini hanya untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris mereka dan sertifikat yang dikeluarkan dari Kemendikdasmen RI, ini sudah berlangsung lama, kalau dulu namanya ujian negara dan berubah sejak tahun 2009,” jelasnya.
Ia menambahkan, uji kompetensi Bahasa Inggris juga dapat mendukung masyarakat dalam mencari pekerjaan. Program tersebut menjadi alternatif bagi mereka yang tidak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.
“Sebenarnya di Pare ini sebelumnya ada beberapa lembaga yang mendapat bantuan. Karena selain uji kompetensi, pemerintah juga memberikan bantuan PKK (Pendidikan Kecakapan Kerja) dan PKW (Pendidikan Kecakapan Wirausaha),” kata Lusi.
Lusi mengungkapkan, sejak 2022 pemerintah tidak lagi menyalurkan bantuan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK). Namun pada 2026, pemerintah kembali memberikan bantuan berupa beasiswa untuk mengikuti uji kompetensi.
“Kalau PKK kan ada pembelajarannya dulu, baru nanti akhirnya ujian, kalau ini tidak, hanya ujiannya saja,” ucapnya.
Menurut Lusi, secara umum kemampuan peserta yang mengikuti uji kompetensi Bahasa Inggris di Titik Nol English Course sudah cukup baik. Bahkan, sebagian besar peserta dinilai memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
“Hampir semuanya kompeten kalau dilihat dari speakingnya, karena memang dalam uji kompetensi ini memang diutamakan, kita nilai kompeten itu 80,” ujarnya.
Ia menambahkan, sertifikat yang diterbitkan Kemendikdasmen RI memiliki pengakuan setara dengan hasil pendidikan nonformal dan dapat digunakan dalam jangka panjang sebagai bukti kompetensi.
“Karena sertifikat dari Kemendikdasmen RI, berarti disetarakan dengan pendidikan non formal, dan hal tersebut merupakan hasil dari belajar dari peserta. Jadi sertifikatnya long lasting sama dengan ijazah pada pendidikan formal,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....