Pasokan Sedikit Berkurang, Cabai Rawit di Kediri Naik Rp2.000

  • 14 Jun 2026 08:00 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Harga cabai rawit merah mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 per kilogram, pengaruh pasokan yang berkurang dari hari sebelumnya. Hal tersebut berdasarkan rilis harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Sabtu, 13 Juni 2026.

Harga Cabai Rawit Merah (CRM) varietas Brengos 99 rata-rata Rp55.000 naik Rp2.000 menjadi Rp57.000 per kilogram. Cabai rawit jenis Asmoro 043 harga Rp53.000 naik Rp2.000 menjadi Rp55.000 per kilogram ditingkat grosir.

Kemudian untuk cabai rawit merah jenis Prentol Tumi 99 harga masih stabil rata-rata Rp45.000 per kilogram. Dan cabai rawit merah jenis Juwita 25 F1 harga rata-rata di Pasar Induk Pare Rp45.000 per kilogram.

“Harga cabai rawit merah naik tipis, karena pasokan sedikit berkurang yang masuk ke Pasar Induk Pare. Sedangkan harga cabai merah besar dan cabai merah keriting serta pasokan masih tetap,” ucap Suyono, Ketua APCI Kabupaten Kediri.

Sementara harga komoditas Cabai Merah Besar (CMB) jenis Gada EVO rata-rata Rp30.000 per kilogram, dan jenis Imola harga ditingkat grosir Rp28.000 per kilogram. Dan cabai merah besar jenis Sandi 08 harga rata-rata sekitar Rp26.000 per kilogram untuk grosir.

Untuk harga Cabai Merah Keriting (CMK) varietas Boos Tavi harga Rp28.000 per kilogram, dan cabai merah keriting jenis Sibad 46 dengan harga Rp26.000 per kilogram. “Penyerapan cabai pada sektor industri melalui glower, cabai merah besar sebanyak 2 Ton, cabai merah keriting sebanyak 1,5 Ton dan cabai rawit merah sebanyak 2 Ton,” katanya.

Pasokan aneka jenis cabai di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, untuk cabai merah besar dari wilayah Kediri dan Malang sebanyak 5 Ton. Untuk pasokan cabai merah keriting dari wilayah lokal Kediri dan Blitar sebanyak 3 Ton dan pasokan cabai rawit merah dari wilayah Kediri dan Jawa Tengah sebanyak 8 Ton.

“Pengiriman ke Jabodetabek dan Kalimantan dari Kediri sementara masih libur, pengiriman hanya mensuplai pasar di Eilayah jawa Timur,” ujar Suyono.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....