Nilai Luhur Pancasila Tidak Boleh Lekang oleh Zaman
- 01 Jun 2026 13:47 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Nilai Luhur Pancasila Tidak Boleh Lekang oleh Zaman
- Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia
- Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026
RRI.CO.ID, Kediri – Nilai luhur Pancasila tidak boleh lekang dan usang oleh perkembangan zaman karena bersifat universal dan abadi. Di tengah masivnya arus globalisasi dan modernisasi yang tak terbendung, kerapkali memunculkan pertanyaan mendasar pada diri sendiri apakah manusia saat ini masih berpijak pada fondasi sama yang bernama Pancasila.
Melalui perbincangan singkat bersama RRI, Senin, 1 Juni 2026, Rindu Rikat, Pendiri Rumah Budaya Kediri menyampaikan bahwa lima sila yang dirumuskan bukan sekedar untuk dipahami dan dihafalkan. Tapi menjadi kompas moral dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Sila pertama mengajarkan kita ruang spiritual di tengah kehidupan yang dinamis, sila kedua mengingatkan kita untuk memanusiakan manusia dengan bersikap adil dan beradab, dan sila ketiga merupakan alarm pengingat sekaligus benteng saat ada pihak yang ingin memecah belah,” kata Rindu, sapaan akrabnya.
Sementara itu, menurut Rindu, sila keempat mengajarkan kepada manusia untuk tidak mengedepankan ego dan lebih mengutamakan dialog, diskusi, dan musyawarah untuk menacapai kesepakatan. “Sila kelima menjadi dasar yang harus diyakini bahwa semua kalangan tanpa terkecuali memiliki hak yang sama dalam menikmati kemerdekaan,” ucapnya.
Berbeda halnya dengan Nia Roistika, Akademisi Universitas Bhinneka PGRI, ia lebih menyoroti tantangan generasi baru dalam melestarikan nilai-nilai luhur Pancasila. “Menerjemahkan nilai-nilai ideologi bangsa dan mengimplementasikannya dalam kehidupan modern di kalangan anak muda bukan satu hal yang mudah,” ujarnya kepada RRI, Senin siang.
Hari Lahir Pancasila 2026 mengusung tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’. Melalui berbagai wujud aksi nyata Warga Negara Indonesia dalam berkreativitas dan bertransformasi, diharapkan Pancasila tidak akan pernah lekang oleh zaman dan akan terus menghadirkan napas di segala sendi kehidupan.
“Hal ini erat kaitannya dengan pemahaman dan pembiasaan diri. Saat anak-anak muda turut menggalang donasi untuk korban bencana, mereka harus paham bahwa itulah Pancasila. Begitupun saat mereka membagikan video-video toleransi melalui beragam konten kreatif,” kata Nia, sapaan akrab perempuan asal Tulungagung, Jawa Timur ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....