Melahirkan Pemimpin Negeri Melalui Revitalisasi Gerakan Pramuka Era Digital
- 14 Agt 2026 19:46 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Melahirkan Pemimpin Negeri Melalui Revitalisasi Gerakan Pramuka Era Digital
- Gerakan Pramuka diharapkan akan terus bertumbuh dan berdiri kokoh sebagai kawah candradimuka terbaik bagi pemuda Indonesia
RRI.CO.ID, Kediri – Hari Pramuka Nasional yang diperingati pada Jum’at, 14 Agustus 2026, menjadi momentum krusial untuk melahirkan pemimpin negeri. Dengan melalui revitalisasi gerakan pramuka era digital yang diwujudkan dalam penguatan karakter, kebutuhan zaman untuk mencetak para calon pemimpin masa depan yang tangguh diyakini dapat terpenuhi.
Di tengah gempuran arus modernisasi, tantangan terbesar Organisasi Pramuka adalah menjaga relevansinya di hadapan generasi Z dan Alpha. Di masa sekarang, Pramuka tentu bukan lagi sekadar tentang api unggun, berkemah, berbaris, bermalam di dalam tenda sederhana, atau menghafal berbagai macam jenis sandi di bawah terik matahari.
“Pramuka sekarang tentu berbeda dengan zaman dulu. Transformasi tetap harus dimunculkan dengan melibatkan inovasi teknologi dalam setiap kegiatan kepramukaan. Yang penting tidak menghilangkan nilai dasarnya,” kata Siti Nur Azizah, Pembina Pramuka SMK KADIRI KRAS, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jum’at siang.
Menurut Azizah, sapaan akrabnya, pendekatan baru yang lebih segar dan adaptif terbukti efektif menarik minat anak muda yang mendambakan aktivitas Pramuka yang dinilai bermakna dan interaktif. Kombinasi antara kedisiplinan dalam berbagai hal serta kecakapan digital dipercaya akan membentuk ekosistem ideal yang akan melahirkan pemimpin masa depan.
“Di Pramuka, mentalitas kepemimpinan diuji secara nyata melalui kerja kelompok, pengambilan keputusan cepat, dan mekanisme teamwork,” ujar Azizah yang telah menjadi pembina Pramuka sejak tahun 2016 ini. ditegaskannya, ketika nilai-nilai kerja sama tradisional berpadu dengan kecanggihan teknologi, dari sinilah sosok pemimpin inklusif dan berwawasan global lahir.
Saat ini, anggota Pramuka di era digital banyak dilatih untuk tidak sekadar menjadi konsumen konten-konten kreatif, melainkan turut menjadi agen produsen informasi positif di media sosial. Mereka diajarkan memutus rantai penyebaran hoaks (red. berita bohong) serta mengampanyekan gerakan anti-cyberbullying (red. perundungan melalui teknologi digital).
Dengan adaptasi perkembangan digitalisasi modern yang tepat dan terarah, Gerakan Pramuka diharapkan akan terus bertumbuh dan berdiri kokoh sebagai kawah candradimuka terbaik bagi pemuda Indonesia. Semangat Tri Satya, Dasa Darma, dan tunas kelapa tidak akan pernah layu, melainkan terus tumbuh menjadi cahaya bagi generasi muda yang siap memimpin bangsa di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....