Mengikis Perbedaan, Menguatkan Persatuan: Tradisi Ngopi Bareng Tokoh Lintas Agama
- 31 Mei 2026 08:21 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Di tengah arus tantangan menjaga keutuhan bangsa, Kabupaten Jombang kembali memberikan teladan menyejukkan mengenai arti toleransi yang sesungguhnya. Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ) sukses menggelar agenda rutin "Ngopi Bareng" yang mempertemukan tokoh lintas agama, lintas etnis, dan lintas budaya.
Bertempat di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jombang, acara ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah pernyataan sikap kolektif untuk merawat kerukunan di tengah kemajemukan. Berbeda dengan kegiatan formal pada umumnya, "Ngopi Bareng" ini memiliki keunikan tersendiri. Meski dilaksanakan di lingkungan Gereja, acara ini dihadiri oleh para tokoh dari berbagai latar belakang keyakinan. Hj. Didik Tondosusilo, Wakil FKMJ, mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi yang berakar kuat selama puluhan tahun.
Menurutnya, acara ini bukan sekadar acara seremonial tahunan. Karena sudah berpuluh-puluh tahun konsisten dilakukan untuk menjalin silaturahmi seperti ini. "Meski diadakan di Gereja, antusiasme tokoh agama dan masyarakat sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa di Jombang, sekat-sekat perbedaan tidak menjadi penghalang untuk duduk bersama," ucap Didik di sela-sela kegiatan.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari inisiatif ini adalah sebagai langkah edukatif bagi generasi penerus. "Harapan kami, acara-acara seperti ini terus berkelanjutan. Kita ingin memberikan contoh nyata kepada anak dan cucu kita bahwa perbedaan adalah realitas dunia yang harus kita sikapi dengan bijak dan penuh kesadaran," katanya.
Kehadiran Aktivis Muda Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), Mohammad Aan Anshori, semakin mempertegas urgensi acara ini. Gus Aan, sapaan akrabnya, menyebut pertemuan lintas iman tersebut sebagai fenomena yang luar biasa dan sangat jarang ditemui di daerah lain di Jawa Timur.
"Ini adalah momentum yang sangat spektakuler terkait relasi Islam dan Kristen. Sangat mengharukan melihat teman-teman gereja secara sukarela melayani dan mendukung penuh aktivitas teman-teman Muslim di tengah kegiatan mereka. Ini adalah bentuk moderasi beragama yang sangat konkret dan nyata," ujar Gus Aan.
Menurutnya, aktivitas sederhana seperti ngobrol santai dan makan bersama di rumah ibadah yang berbeda dengan keyakinan pribadi adalah bentuk keberanian dalam meruntuhkan ego kelompok. Ia menilai bahwa praktik semacam ini merupakan antitesis dari intoleransi yang belakangan kerap menghantui ruang publik.
Lebih lanjut, Gus Aan menekankan bahwa harmonisasi yang ditunjukkan oleh FKMJ Jombang ini layak dijadikan model atau standar bagi daerah lain di Indonesia. Ia berharap agar kegiatan serupa tidak berhenti di lingkup lokal Jombang saja, melainkan dapat direplikasi lebih masif di berbagai wilayah lain.
"Saya berharap ini tidak berhenti di sini. Minimal tahun depan harus lebih semarak lagi. Perlu ada upaya untuk mereplikasi model ini di daerah lain demi menunjukkan harmonisasi sesama keturunan Ibrahim. Jika setiap daerah memiliki inisiatif seperti ini, maka kerukunan nasional bukanlah hal yang sulit untuk dicapai," katanya.
Kegiatan "Ngopi Bareng" ini menjadi bukti bahwa di Jombang, rumah ibadah bukan hanya tempat untuk menjalankan ritual peribadatan secara eksklusif, melainkan juga berfungsi sebagai ruang sosial yang terbuka bagi siapa saja. Keberhasilan acara ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas bahwa perdamaian dan toleransi dapat diwujudkan melalui aksi sederhana, yakni kemauan untuk saling menyapa dan duduk bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....