Ciptakan Kerapihan Tata Kota, Pemkab Jombang Intensifkan Penertiban FO

  • 30 Mei 2026 20:54 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang terus mengintensifkan penertiban jaringan dan tiang fiber optik (FO) di sejumlah ruas jalan perkotaan sebagai upaya menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman, dan tertata. Setelah dilakukan di beberapa lokasi sebelumnya, penataan kini berlanjut di Jalan Kapten Tendean yang menjadi salah satu koridor utama di wilayah kota Jombang.

Penertiban dilakukan dengan merapikan jaringan kabel sekaligus mengurangi jumlah tiang milik berbagai penyedia layanan internet yang selama ini berdiri pada titik yang sama. Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah menargetkan keberadaan utilitas di ruang publik menjadi lebih tertib dan tidak mengganggu estetika kawasan perkotaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Imam Bustomi, mengatakan proses penataan di Jalan Kapten Tendean telah dimulai dan saat ini masih berlangsung.

"Penanganan di ruas Jalan Kapten Tendean sudah berjalan. Saat ini pekerjaan masih berproses karena ada sejumlah titik yang masih perlu diselesaikan bersama para penyedia layanan," katanya, Sabtu, 30 Mei 2026.

Ia menjelaskan, penataan dilakukan sepanjang kurang lebih 3,3 kilometer, mulai dari kawasan Desa Sengon hingga Desa Pulolor, Kecamatan Jombang. Sedikitnya terdapat 12 provider yang memiliki jaringan di sepanjang ruas jalan tersebut.

Berdasarkan pendataan, terdapat 482 tiang fiber optik yang berdiri di lokasi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 354 tiang akan dibongkar, sedangkan 128 tiang lainnya dipertahankan untuk digunakan secara bersama oleh beberapa provider.

"Dari hasil inventarisasi, sebagian besar tiang akan ditertibkan. Nantinya hanya sejumlah tiang yang tetap dipertahankan sebagai sarana bersama agar penempatannya lebih efisien dan tertata," ujarnya.

Menurut Imam, banyak titik yang selama ini dipenuhi beberapa tiang dari provider berbeda sehingga menimbulkan kesan semrawut. Karena itu, konsep tiang bersama dipilih agar kebutuhan jaringan tetap terpenuhi tanpa menambah kepadatan utilitas di tepi jalan.

"Di beberapa lokasi terdapat banyak tiang berdiri dalam satu titik. Setelah dilakukan penyesuaian, rata-rata cukup menggunakan satu tiang bersama sehingga tiang lainnya bisa dibongkar," jelasnya.

Pembongkaran dilakukan menggunakan alat berat milik Dinas PUPR Jombang. Hingga saat ini, skema penggunaan satu tiang untuk beberapa provider masih memungkinkan diterapkan di sepanjang ruas yang sedang ditata.

"Tiang yang masih dibutuhkan akan dimanfaatkan bersama, sedangkan sisanya kami lakukan pembongkaran dengan dukungan alat berat yang tersedia," katanya.

Meski sebagian provider masih menyesuaikan jadwal operasional, proses penataan tetap akan dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh pekerjaan selesai.

"Kami siap melanjutkan penataan kapan pun diperlukan. Pelaksanaannya tinggal menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing provider agar prosesnya berjalan lancar," ucapnya.

Pemkab Jombang memastikan penataan jaringan utilitas akan terus dilakukan di ruas jalan lain, khususnya kawasan perkotaan yang memiliki kepadatan jaringan telekomunikasi cukup tinggi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih tertib sekaligus mendukung wajah kota yang lebih rapi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....