Dapur Swadaya Suplai 7.000 Nasi Gratis Tiap Hari Selama Muktamar
- 29 Agt 2026 22:16 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Dapur swadaya yang beroperasi di kawasan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Jombang, Jawa Timur, menyuplai sekitar 7.000 nasi gratis setiap hari selama pelaksanaan Muktamar. Makanan tersebut disiapkan untuk para muhibbin yang datang dari berbagai daerah.
Koordinator Bidang Konsumsi Dapur Umum, Lailatun Ni'mah atau Ning Eli, mengatakan distribusi makanan dilakukan dua kali sehari untuk menyesuaikan waktu kedatangan pengunjung sekaligus menjaga kelancaran pembagian.
"Pendistribusiannya kita bagi menjadi dua shift, yakni pukul 11.00 WIB untuk siang dan pukul 17.00 WIB untuk sore. Masing-masing shift menyiapkan sekitar 3.500 bungkus," ujar Ning Eli, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Operasional dapur sepenuhnya mengandalkan gotong royong warga. Bahan makanan diperoleh dari sejumlah donatur, alumni pesantren, serta wali santri dari Jombang dan daerah sekitar. Seluruh kebutuhan tersebut dihimpun secara swadaya tanpa anggaran khusus dari panitia.
Pasokan bahan pangan yang diterima juga cukup besar. Di antaranya tujuh ekor sapi yang diberikan oleh alumni pesantren untuk mendukung kebutuhan konsumsi selama Muktamar. Karena itu, menu olahan daging cukup sering disajikan kepada para pengunjung.
"Alhamdulillah, menu daging masih bisa terus kita sajikan karena ada bantuan tujuh ekor sapi dari para alumni," kata Ning Eli.
Puluhan relawan dilibatkan dalam proses penyediaan ribuan porsi makanan tersebut. Mereka mulai bekerja sejak pagi, menangani seluruh tahapan, mulai dari menyiapkan bahan, memotong daging, meracik bumbu, memasak, hingga mengemas dan membagikan nasi kepada pengunjung.
Relawan berasal dari berbagai badan otonom NU, antara lain GP Ansor, Banser, Fatayat, IPNU-IPPNU, serta personel Taruna Siaga Bencana (Tagana). Pembagian tugas dilakukan agar proses pengolahan hingga distribusi makanan dapat berjalan tertib.
"Setiap relawan sudah memiliki tugas masing-masing, mulai menyiapkan bahan, memotong daging, membuat bumbu, memasak di kawah besar, kemudian mengemas dan membagikannya kepada para muhibbin," jelasnya.
Ning Eli menilai keberadaan dapur umum tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan gratis. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian warga NU dalam menyambut para tamu yang datang ke Jombang selama Muktamar berlangsung.
"Ini merupakan bagian dari semangat gotong royong untuk melayani para muhibbin dari berbagai daerah. Harapannya, selama berada di Jombang, mereka merasa nyaman dan kebutuhan makannya tetap terlayani," katanya.
Selain bagi pengunjung umum, dukungan konsumsi juga diberikan kepada peserta resmi Muktamar atau muktamirin. Untuk kebutuhan tersebut, pengelola melibatkan 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sebagai pemasok makanan. "Kami juga melibatkan sekitar 20 UMKM untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para muktamirin," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....