DKPP Kediri Temukan Hewan Kurban Terjangkit Scabies

  • 20 Mei 2026 20:17 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri menemukan satu hewan ternak mengalami penyakit mata dan scabies
  • Beberapa temuan seperti gatal yang diduga scabies, iritasi mata, dan ternak yang tampak lesu dinilai masih dapat ditangani

RRI.CO.ID, Kediri - Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri menemukan satu hewan ternak mengalami penyakit mata dan scabies.

Temuan ini diketahui ketika menggelar pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Pemeriksaan kesehatan hewan kurban atau ante mortem dilakukan sejak 18 hingga 26 Mei 2026 di berbagai titik penjualan hewan kurban di Kota Kediri.

Pada hari ketiga pemeriksaan, Rabu, 20 Mei 2026 DKPP menemukan satu ekor ternak mengalami penyakit mata dan satu ekor terindikasi scabies di wilayah timur Kecamatan Pesantren.

"Penyakit mata dan scabies ini menular, sehingga harus segera diisolasi dan tidak dicampur dengan ternak sehat karena penularannya cukup cepat," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Un Achmad Nurdin. Rabu, 20 Mei 2026.

Un Achmad menjelaskan, adapun sasaran pemeriksaan meliputi lapak dadakan di pinggir jalan, Pasar Hewan Muning, hingga pedagang rumahan yang menjual hewan kurban. Pemeriksaan dijalankan oleh dua tim dari Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP yang terdiri dari 11 personel, terbagi ke dalam dua tim yakni tim I bertugas di Kecamatan Mojoroto, sedangkan tim II di Kecamatan Kota dan Pesantren.

"Pemeriksaan dilakukan dengan pengamatan dari luar seperti kondisi mata, bulu, hingga memastikan tidak ada cacat tubuh. Tujuannya memastikan ternak yang diperjualbelikan sehat dan bebas penyakit, terutama zoonosis," katanya.

Ia menambahkan, hewan kurban yang diperjualbelikan harus dipastikan menghasilkan daging ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal.

Sementara itu, drh Indra Sukma Putra, Staf Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Kediri mengatakan, secara umum kondisi hewan kurban yang diperiksa masih dalam batas aman. Beberapa temuan seperti gatal yang diduga scabies, iritasi mata, dan ternak yang tampak lesu dinilai masih dapat ditangani.

"Secara keseluruhan aman dari penyakit zoonosis yang sangat dikhawatirkan seperti antraks. Untuk PMK dan LSD juga aman karena vaksinasi rutin terus dilakukan," kata drh Indra.

Ia juga mengimbau, para pedagang menjaga kebersihan kandang dan pola makan ternak. Pemberian pakan hijauan muda dihindari karena berpotensi menyebabkan diare pada ternak. Selain itu, kandang harus rutin dibersihkan dan kebutuhan minum hewan tetap tercukupi.

"Pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan melalui dua tahap, yakni ante mortem sebelum penyembelihan dan post mortem setelah penyembelihan dengan pemeriksaan organ-organ hewan. Lapak yang telah diperiksa juga akan diberi label sebagai tanda telah melalui pemeriksaan kesehatan hewan," ungkapnya.

Ia berharap, para penjual hewan kurban dapat lebih mengantisipasi adanya penyakit. Apalagi lalu lintas ternak juga sudah diperketat dengan surat keterangan sehat hewan.

Pada momen itu, Juni, salah satu pedagang ternak di Banjarmlati, mengaku hewan ternak yang dijual didatangkan dari Trenggalek. Selama perawatan, ternak yang dijualnya rutin diberi pakan ramban, air minum yang cukup, serta kebersihan kandang terus dijaga.

"Jika terdapat ternak sakit, dirinya segera memanggil dokter hewan terdekat," ujarnya.

Tahun ini, imbuh Juni, terjadi peningkatan permintaan hewan meski harga jual justru sedikit menurun dibandingkan tahun lalu.

"Harga hewan mulai Rp 2,7 juta sampai Rp 4 juta. Semoga hewan-hewan di sini sehat-sehat semuanya supaya bisa dibuat kurban dan dagingnya bisa aman dikonsumsi,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....