Perajin Besek Bambu Kebanjiran Pesanan Menjelang Hari Raya Kurban
- 19 Mei 2026 16:26 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Permintaan besek bambu di Kabupaten Jombang meningkat tajam menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Lonjakan pesanan dipicu meningkatnya kebutuhan wadah ramah lingkungan untuk distribusi daging kurban di sejumlah masjid, pondok pesantren, hingga komunitas sosial.
Peningkatan produksi terlihat di sejumlah sentra kerajinan anyaman bambu di wilayah Kecamatan Ploso dan Kabuh. Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas para perajin tampak lebih sibuk dibanding hari biasa karena harus memenuhi pesanan dalam jumlah besar.
Perajin besek bambu asal Kecamatan Kabuh, Kurniawan, mengatakan permintaan mulai meningkat sejak awal bulan Dzulhijjah. Jika pada hari normal pesanan berkisar 300 hingga 500 besek per hari, menjelang Iduladha jumlahnya melonjak hingga mencapai 1.000 sampai 1.500 besek per hari.
“Mayoritas pesanan datang dari panitia kurban, masjid, dan pondok pesantren. Sekarang banyak yang mulai beralih memakai besek bambu untuk pembagian daging kurban,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurutnya, penggunaan besek bambu dinilai lebih ramah lingkungan dibanding kantong plastik sekali pakai. Selain itu, kemasan berbahan anyaman bambu dianggap lebih aman dan layak digunakan untuk distribusi daging.
Lonjakan permintaan turut memengaruhi harga jual besek di tingkat perajin. Untuk ukuran sedang, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp1.800 hingga Rp2.000 per buah kini naik menjadi sekitar Rp2.200 sampai Rp2.500 per buah.
Sementara untuk ukuran besar, harga jual meningkat dari sekitar Rp3.000 menjadi Rp3.500 hingga Rp4.000 per buah, tergantung kualitas bahan dan tingkat kerumitan anyaman.
“Kenaikan harga dipengaruhi biaya produksi dan harga bahan baku bambu yang ikut naik menjelang Iduladha,” kata Kurniawan.
Ia menjelaskan, bahan baku bambu anyaman sebagian besar didatangkan dari wilayah Bojonegoro dan Lamongan. “Untuk stok alhamdulillah tetap aman. Tidak ada yang terkendala,” jelasnya.
Meski demikian, tidak semua pesanan dapat dipenuhi karena proses produksi masih dilakukan secara manual. Beberapa pelanggan bahkan telah melakukan pemesanan jauh hari untuk menghindari keterlambatan pengiriman.
Peningkatan permintaan tersebut turut mendongkrak omzet para perajin hingga 200 persen. Selain untuk kebutuhan pembagian daging kurban, permintaan besek bambu juga datang dari pelaku usaha kuliner tradisional yang mulai kembali menggunakan kemasan berbahan alami.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....