Komunitas Suar, Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Kaum Disabilitas

  • 19 Mei 2026 01:42 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Memberikan ruang bagi kaum disabilitas agar lebih berdaya dalam perekonomian mereka adalah bagian dari apa yang dilakukan oleh Komunitas Suar Indonesia. Dua dekade sudah Komunitas Suar Indonesia hadir dalam memberikan pendampingan kepada kaum disabilitas agar mereka semakin berkembang.

Selama perjalanan dua decade Komunitas Suar Indonesia memberikan kontribusi pada kawan-kawan disabiltas dalam bentuk pengorganisasian komunitas. Dalam pengorganisasian komunitas ini, Suar Indonesia berharap kawan-kawan disabilitas dapat mandiri dan mampu menyelesaikan persoalannya sendiri.

Dalam kesempatan Dialog Galeri Komunitas RRI Kediri, Senin, 18 Mei 2026, Pimpinan Suar Indonesia Sanusi, S. Pd. menegaskan hadirnya Komunitas Suar Indonesia bisa berdampak lebih bagi teman-teman disabilitas.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Suar Indonesia semoga menjadi pemicu teman-teman disabilitas untuk lebih baik dalam perekenomian mereka dengan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi mereka secara individual atau dengan jaringan yang bersifat individu. Kedepannya Suar Indonesia berharap adanya sebuah galeri yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan ajang kreativitas teman-teman disabilitas” ujar Sanusi.

Ia juga menyampaikan kreativitas yang muncul dari teman-teman disabilitas dikarenakan adanya peluang yang sangat besar. Jika ruang dan media yang diharapkan sudah ada maka kreativitas dari teman-teman disabilitas dapat diberikan motivasi agar tidak lagi dibatasi.

Jika berbicara memanfaatkan sebuah peluang maka setiap orang dapat melakukannya. Namun berbeda dengan teman-teman disabilitas, mereka butuh untuk diberikan ruang lebih agar semua orang dapat mengetahui hal ini.

“Teman-teman disabilitas memiliki kerentanan dan aksesibilitas yang rendah, oleh sebab itu peningkatan aksesibilitas bagi teman-teman disabilitas kepada siapapun adalah hal yang sangat penting. Jika nantinya terdapat media dan ruang yang memiliki aksesibilitas yang layak bagi teman-teman disabilitas itu bukan dimaknai bahwa mereka menjual ketidak mampuan maupun kekurangannya melainkan mereka ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa teman-teman disabilitas juga mampu menghasilkan karya-karya yang sangat inovatif dan dapat bersaing dengan yang lainnya” ungkapnya.

Menurutnya, terdapat beberapa hasil karya dari teman-teman disabilitas yang memiliki banyak peminatnya. “Beberapa hasil karyanya seperti kerajinan tangan, anyaman bambu, ukiran, selain itu terdapat produk olahan panganan yang justru hasilnya jauh berbeda dengan yang lain. Selama ini kami tanamkan pada pola pikir teman-teman disabilitas adalah selain melihat dari sisi disabilitasnya, namun selanjutnya kualitas produk yang dihasilkan itu juga dapat besaing” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....