Jombang Percepat Penurunan AKI dan AKB lewat Program BUAIAN
- 14 Mei 2026 19:50 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID Jombang - Pemerintah Kabupaten Jombang terus mempercepat upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui Program Bunda Anak Impian (BUAIAN). Program tersebut difokuskan pada pendampingan ibu hamil risiko tinggi oleh kader Posyandu sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, angka kematian ibu pada 2025 tercatat sebesar 74,7 per 100 ribu kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi berada di angka 5,45. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada MKP, mengatakan percepatan penurunan AKI menjadi bagian penting dalam target pembangunan kesehatan nasional maupun Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
“Keselamatan ibu hamil juga dipengaruhi dukungan lingkungan sekitar, terutama orang-orang yang memahami kondisi sosial masyarakat dan bisa mendampingi secara langsung,” ujarnya.
Melalui Program BUAIAN, satu kader Posyandu mendampingi satu ibu hamil risiko tinggi selama enam bulan, mulai masa kehamilan hingga nifas. Pendampingan dilakukan untuk memastikan ibu hamil rutin memeriksakan kandungan dan memperoleh akses layanan kesehatan yang tepat.
Selain memantau kondisi kesehatan, kader juga memberikan edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan dan persalinan di fasilitas kesehatan. Kader dinilai memiliki peran strategis karena lebih dekat dengan masyarakat dan memahami kondisi warga di lingkungan masing-masing.
“Peran kader bukan hanya mengingatkan jadwal kontrol kehamilan, tetapi juga memberi motivasi, membantu komunikasi dengan keluarga, sampai mendorong pengambilan keputusan ketika ibu hamil membutuhkan penanganan medis,” katanya.
Menurut Hexawan, masih ditemukan kondisi di mana ibu hamil terlambat mendapatkan penanganan karena kurangnya dukungan keluarga atau keterlambatan pengambilan keputusan. Karena itu, keberadaan kader Posyandu diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan.
Ia menambahkan, keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi. Dukungan keluarga dinilai dapat membantu ibu hamil menjalani pemeriksaan secara rutin dan segera mendapatkan rujukan ketika ditemukan risiko kehamilan.
“Harapannya, pendampingan yang dilakukan kader bisa memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi, sehingga angka kematian ibu maupun bayi dapat terus ditekan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....