Jembatan Perintis Garuda Pangkas Jarak Warga Genjeng Jombang

  • 18 Agt 2026 11:33 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID Jombang - Pembangunan infrastruktur perdesaan terus digenjot untuk memberikan kemudahan akses serta mendongkrak perekonomian masyarakat di berbagai wilayah. Kehadiran program pembangunan jembatan baru ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mengangkut hasil bumi.

Salah satu wilayah yang merasakan manfaat langsung dari program strategis ini adalah Desa Genjeng yang kini memiliki akses transportasi yang jauh lebih efisien. Pembangunan infrastruktur penghubung ini dinilai sangat membantu aktivitas sehari-hari warga, terutama dalam mendistribusikan hasil pertanian.

Kepala Desa Genjeng, Lausin, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terbangunnya jembatan perintis di wilayahnya tersebut. Ia menceritakan bahwa sebelumnya warga desa harus memutar hingga sejauh enam kilometer melalui Desa Jampes, Kecamatan Plandaan, dan Karangsono.

Dengan berdirinya jembatan baru ini, jarak tempuh warga kini terpangkas secara drastis menjadi hanya sekitar satu kilometer saja untuk menuju ke pusat aktivitas. Hal serupa juga dirasakan oleh para pelajar di desa tersebut yang kini tidak lagi harus menempuh perjalanan memutar yang melelahkan menuju sekolah.

Dalam keterangannya, Kepala Desa Genjeng, Lausin, menyampaikan mengenai efisiensi tersebut "Sekarang, dengan terbangunnya jembatan Perintis Garuda ini, hanya tinggal 500 meter sudah jadi ke rumah memanen itu," katanya. Ia menambahkan bahwa kemudahan ini juga dirasakan oleh anak-anak sekolah yang sebelumnya harus memutar lewat SMP Negeri 2 Ploso.

Dampak positif dari pembangunan infrastruktur ini sangat terasa pada penurunan biaya operasional warga dalam mengangkut hasil pertanian ke luar daerah. Jika sebelumnya biaya pengangkutan satu perapat hasil panen membutuhkan ongkos yang cukup besar, kini beban tersebut menjadi jauh lebih ringan bagi para petani.

Lebih lanjut, Kepala Desa Genjeng, Lausin, memberikan kutipan terkait perbandingan biaya sebelum dan sesudah jembatan dibangun "Dulu kalau kita memaksa menyeberang lewat sana itu habis biaya satu perapatnya itu 1.500 ongkos memanen, sekarang tinggal 500.000 satu seperempatnya itu seperempat tahu caranya,'' ujarnya.

Pemerintah desa bersama warga setempat berkomitmen untuk terus merawat dan mengembangkan infrastruktur ini agar memberikan manfaat jangka panjang yang berkelanjutan. Perencanaan ke depan juga mencakup pelebaran akses jalan penghubung antar desa dan kecamatan guna memaksimalkan arus lalu lintas ekonomi.

Transformasi akses jalan ini membuktikan bahwa perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur perdesaan mampu membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Semangat gotong royong dan dukungan warga menjadi kunci sukses dalam merealisasikan berbagai program pembangunan di Kabupaten Jombang.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Harapan besar disematkan agar fasilitas umum yang telah terbangun ini dapat dijaga bersama-sama demi kemajuan dan kemandirian ekonomi Desa Genjeng ke depannya. Dengan infrastruktur yang semakin mantap, mobilitas warga dan distribusi hasil bumi dijamin akan semakin lancar dan efisien tanpa hambatan berarti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....