Indeks Harga Konsumen Landai Pasca Lebaran, Kediri Alami Deflasi
- 14 Mei 2026 04:28 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Indeks Harga Konsumen landai pasca lebaran
- Kediri mengalami deflasi
- Badan Pusat Statistik Kota Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Kota Kediri mengalami deflasi 0,12% month to month yang diikuti melandainya Indeks Harga Konsumen. Hal ini terjadi seiring meredanya lonjakan konsumsi bahan pokok pasca lebaran, normalisasi permintaan masyarakat, dan penurunan tarif transportasi darat.
Melalui Program Beranda Asta Cita ‘Inflasi dan Investasi’ edisi Rabu, 13 Mei 2026, Emil Wahyudiono, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kediri, Jawa Timur mengatakan bahwa terjadi penurunan (deflasi) pada bahan makanan alami seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan daging sapi. Sementara itu, tarif angkutan bus dan kereta api juga mengalami penurunan.
“Meskipun terjadi deflasi pasca lebaran, kenaikan harga tetap terjadi pada makanan jadi seiring dengan naiknya harga plastik. Tarif transportasi udara juga mengalami kenaikan 40% seiring dengan naiknya komponen biaya avtur,” kata Emil, sapaan akrabnya, Rabu sore. Menurutnya, situasi geopolitik di Timur Tengah memicu perubahan harga pada beberapa komoditas.
Meskipun emas secara tradisional dikenal sebagai aset perlindungan nilai yang melonjak saat konflik, situasi geopolitik tertentu justru dapat memicu penurunan harga secara tajam akibat dinamika pasar keuangan global. Pasar regional, nasional, hingga internasional beramai-ramai mengeluarkan cadangan emas untuk mengamankan keuntungan sehingga tren positif emas mereda.
Tidak dipungkiri, selain inflasi di Kota Kediri periode April 2026 mengalami deflasi 0,12%, turut disampaikan oleh Emil bahwa inflasi year of year periode April 2025 hingga April 2026 berada di angka 2,55% dengan capaian jauh lebih rendah dari tingkat Provinsi Jawa Timur dan nasional.
“Ketika inflasi mengalami deflasi, keuntungannya harga-harga menjadi lebih murah dan daya beli lebih terjangkau. Kami memiliki Tim Pengendali Inflasi Daerah yang bertugas memantau harga setiap hari dan mengendalikannya,” ujar Emil. Dikatakannya, cuaca yang unpredictable turut berpengaruh terhadap naik turunnya harga bahan pangan, BBM, dan sejumlah komoditas lainnya.
Di akhir segmen perbincangan, Emil menyampaikan informasi terkini mengenai gambaran kenaikan harga latop, handphone, dan produk-produk pabrikan lainnya secara global dalam waktu dekat yang patut diwaspadai. Hal ini diprediksi terjadi menyusul permintaan tiga komponen utama perangkat elektronik CPU, RAM, dan SSD yang sangat tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....