Bupati Jombang Komitmen Terapkan Any Quality Serap Gabah Petani
- 07 Mei 2026 22:14 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang — Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen menerapkan sistem pembelian gabah petani dengan skema Any Quality guna memastikan hasil panen terserap optimal saat musim panen raya. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga harga gabah tetap stabil sekaligus melindungi petani dari potongan harga yang selama ini kerap terjadi di lapangan.
Bupati Jombang, Warsubi, mengatakan penerapan sistem Any Quality mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang kebijakan perberasan nasional. Dalam aturan tersebut, pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram.
Menurut Warsubi, skema baru itu memungkinkan gabah petani tetap dibeli tanpa pengurangan harga berdasarkan kualitas tertentu atau rafaksi seperti yang sebelumnya banyak dikeluhkan petani. “Pemerintah ingin memastikan hasil panen petani tetap terserap dengan harga yang layak. Saat produksi melimpah, negara harus hadir supaya petani tidak dirugikan,” ujar Warsubi, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menilai kebijakan tersebut penting karena produksi padi di Kabupaten Jombang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, produksi beras di Jombang mencapai 257.942 ton dengan surplus sekitar 108.705 ton.
“Produksi kita meningkat cukup signifikan. Karena itu penyerapan gabah harus benar-benar dijaga agar harga di tingkat petani tetap stabil,” katanya.
Warsubi juga mengingatkan tingginya produksi berpotensi memicu permainan harga jika pengawasan distribusi dan penyerapan hasil panen tidak berjalan maksimal. “Tantangan terbesar saat panen raya adalah memastikan gabah petani tidak dipermainkan tengkulak atau spekulan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, Bambang Sriyadi, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pengelolaan pangan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan, distribusi, sampai pemanfaatannya agar kondisi pangan tetap terkendali,” ujar Bambang.
Pemerintah daerah juga memastikan Bulog Kancab Mojokerto siap menyerap hasil panen petani untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Selain itu, sinkronisasi data dengan BPS dan Dinas Pertanian terus dilakukan agar penyerapan gabah dapat berjalan tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....