Sensus Ekonomi 2026: BPS Kabupaten Kediri Sasar Usaha Tak Kasat Mata
- 05 Mei 2026 10:41 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kediri bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) sebagai agenda nasional sepuluh tahunan. Sensus ini bertujuan menghimpun data dasar seluruh kegiatan ekonomi tanpa batasan skala usaha, mulai dari sektor mikro hingga besar.
Kepala BPS Kabupaten Kediri, Bambang Indarto, S.Si., M.Si, menjelaskan bahwa sensus tahun depan akan menjadi pendataan terlengkap untuk memotret kekuatan ekonomi daerah secara menyeluruh.
Pelaksanaan SE2026 diatur berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang menjamin kerahasiaan data setiap responden. Bambang menegaskan bahwa data yang diberikan oleh pelaku usaha tidak akan berkaitan dengan urusan perpajakan, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir.
"Sensus ekonomi ini menangkap data dasar seluruh kegiatan ekonomi, yang tentunya akan dimanfaatkan bagi kebijakan dan perencanaan pembangunan pemerintah," ujar Bambang Indarto dalam dialog bersama RRI, Selasa, 05 Mei 2026.
Ia memaparkan untuk teknis pelaksanaan akan dibagi menjadi dua tahap utama, yang pertama menyasar usaha menengah dan besar (UMB) pada bulan Mei hingga pertengahan Juni melalui sistem online. BPS akan mengirimkan tautan pengisian mandiri melalui email resmi masing-masing perusahaan. Untuk memaksimalkan proses ini, BPS telah aktif melakukan koordinasi dengan berbagai dinas dan asosiasi pengusaha untuk memfasilitasi pengisian data secara bersama-sama.
Tahap kedua adalah pendataan door-to-door yang akan dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 30 Agustus 2026. Sebanyak lebih dari 1.500 petugas akan direkrut dan dilatih untuk mendatangi setiap bangunan, baik bangunan usaha maupun rumah tangga.
"Petugas kami akan bertugas mengunjungi dari bangunan ke bangunan menggunakan atribut resmi seperti rompi, tanda pengenal, dan surat tugas," tambahnya.
Salah satu fokus utama dalam metode door-to-door ini adalah untuk menjaring usaha yang selama ini ‘tidak kasat mata’ atau tidak nampak secara fisik. Bambang mencontohkan usaha online yang dijalankan oleh ibu rumah tangga atau anak muda melalui perangkat ponsel dari dalam rumah. Tanpa pendataan langsung ke rumah-rumah, sektor ekonomi digital yang tumbuh di ruang privat ini seringkali luput dari pencatatan direktori usaha yang sudah ada.
Selain ekonomi digital, SE2026 juga akan memotret ekonomi lingkungan atau yang dikenal dengan istilah ekonomi hijau dan biru. “Data ini sangat penting mengingat pertumbuhan sektor tersebut cukup pesat di beberapa wilayah namun belum banyak terdokumentasi. Melalui sensus ini, pemerintah berharap dapat melihat karakteristik usaha secara detail, mulai dari jenis usaha, skala, hingga kinerja pendapatan dan pengeluaran secara akurat,” tuturnya.
Bambang berharap seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Kediri memberikan dukungan penuh dengan menerima petugas sensus dan memberikan data yang jujur. Integrasi data yang dihasilkan nantinya tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga bagi pelaku usaha itu sendiri untuk mengukur daya saing mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....