BPS Petakan Faktor Pemicu Inflasi Kota Kediri pada Agustus 2026

  • 05 Agt 2026 19:36 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri memetakan sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi laju inflasi pada Agustus 2026.

Kondisi cuaca, peningkatan permintaan bahan pangan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, penyesuaian tarif BBM non-subsidi, hingga perubahan tarif pendidikan menjadi sejumlah aspek yang dinilai perlu diantisipasi agar harga tetap terkendali.

Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, mengatakan pengendalian pasokan komoditas pangan menjadi salah satu perhatian utama.

Menurutnya, ketersediaan telur ayam ras, daging ayam ras, serta sejumlah komoditas pangan lain perlu dijaga mengingat berpotensi terdampak perubahan cuaca.

“Meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI diperkirakan turut memberikan tekanan terhadap harga beberapa bahan pangan,” jelasnya, Rabu, 5 Agustus 2026.

Emil menambahkan, faktor lain yang juga perlu diwaspadai ialah berlanjutnya penyesuaian tarif BBM non-subsidi dan dinamika konflik geopolitik global yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.

“Di sektor pendidikan, perubahan tarif yang lazim terjadi pada awal tahun ajaran baru juga diperkirakan memberi kontribusi terhadap perkembangan inflasi selama Agustus,” jelasnya.

Berdasarkan rilis resmi BPS Kota Kediri, pada bulan Juli 2026 Kota Kediri tercatat mengalami deflasi sebesar 0,14 persen secara month-to-month (m-to-m). Penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi, dengan cabai rawit memberikan andil terbesar sebesar minus 0,15 persen. Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/y-o-y), inflasi Kota Kediri tercatat sebesar 2,64 persen dan didominasi oleh kelompok transportasi, terutama komoditas bensin.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya menjaga stabilitas harga, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar pada 20 hingga 24 Juli 2026 di sejumlah titik strategis.

Menurutnya, pengawasan harga komoditas pangan akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gejolak harga.

"Kami akan terus melakukan pemantauan harga komoditas pangan di pasar secara berkelanjutan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi fluktuasi harga. Masyarakat juga kami imbau untuk tidak melakukan panic buying dan berbelanja sesuai kebutuhan, karena pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga agar aktivitas perekonomian di Kota Kediri tetap berjalan dengan baik," ujar Bambang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....