Hadapi Panas Ekstrem dan Kekeringan, Ini Langkah Mitigasi yang Perlu Dilakukan

  • 28 Apr 2026 11:30 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Menghadapi ancaman cuaca panas ekstrem dan potensi kekeringan jangka panjang, berbagai langkah mitigasi dan antisipasi dini perlu segera dilakukan. Hal ini penting guna meminimalkan dampak yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, terutama dalam ketersediaan air dan ketahanan pangan.

Pengamat iklim, Susanto, menekankan bahwa kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, langkah sederhana seperti menghemat penggunaan air harus mulai diterapkan sejak sekarang.

“Penggunaan air harus lebih bijak. Kita tidak bisa lagi menggunakan air secara berlebihan, karena ke depan ketersediaannya akan semakin terbatas,” ujar Susanto kepada RRI, Selasa, 28 April 2026.

Selain itu, upaya reboisasi atau penanaman kembali hutan juga dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mempertahankan sumber air alami. Susanto juga menyebut teknologi sederhana seperti alat penangkap embun dapat menjadi alternatif sumber air, khususnya di daerah yang rawan kekeringan.

Dalam menghadapi kemungkinan krisis air bersih, masyarakat diimbau untuk mulai menyiapkan cadangan air sejak dini. Tidak hanya itu, pembangunan ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga juga menjadi langkah strategis.

“Kita bisa mulai dari rumah, seperti menanam tanaman pangan sendiri. Ini penting untuk menjaga ketersediaan makanan saat kondisi sulit,” katanya.

Susanto juga mencontohkan keberhasilan sebuah desa di Jawa Tengah yang menerapkan program “satu rumah satu sumur resapan”. Program tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan konservasi air tanah sekaligus mengurangi risiko kekeringan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya konservasi air secara menyeluruh, termasuk melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi wilayah. Edukasi kepada masyarakat juga harus terus dilakukan agar kesadaran kolektif dapat terbentuk.

Dalam kondisi darurat, langkah seperti dropping air bersih menjadi solusi jangka pendek yang dapat membantu masyarakat terdampak. Di sektor pertanian, diversifikasi tanaman juga menjadi strategi penting.

Petani diimbau untuk tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman, tetapi mulai beralih ke tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering. Selain itu, masyarakat juga perlu menerapkan pola hidup hemat air, menyiapkan cadangan makanan, serta menjaga kesehatan di tengah cuaca panas ekstrem.

“Ketahanan menghadapi kondisi ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga kesiapan individu dan keluarga,” ucap Susanto.

Dengan langkah mitigasi yang tepat dan kesadaran bersama, dampak dari cuaca ekstrem dan kekeringan diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....