Integrasi Kebijakan Pangan Dari Hulu ke Hilir

  • 28 Apr 2026 01:33 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri — Kebijakan pangan yang terintegrasi merupakan suatu keputusan pemerintah yang didalamnya mencakup tentang pengaturan produksi, pengolahan hasil produksi, distribusi dan juga konsumsinya. Semua itu saling berintegrasi mulai dari hulu hingga hilir.

Integrasi merupakan hubungan yang kuat yang saling membutuhkan. Jika diimplementasikan dengan kebijakan pangan yang sudah terintegrasi maka terjadilah proses dari hulu ke hilir.

Direktur Paskomnas Indonesia, Ir. H. Soekam Parwadi, menjelaskan bahwa dalam penerapan dilapangan sesuai dengan ilmu pasar maka akan terjadi perubahan proses dari hilir ke hulu.

“Proses yang terjadi dalam dunia bisnis adalah dari hilir ke hulu. Hal ini memiliki alasan yang cukup jelas karena jika ingin mengetahui bisnis pemasaran maka pamahi pasar terlebih dahulu, lalu menyiapkan produksinya untuk dibawa ke pasar,” ujar Soekam saat menjadi narasumber dalam Dialog Mutiara Pagi RRI Kediri, Senin pagi, 27 April 2026.

Menurutnya, saat ini kebijakan pangan yang ada sudah memiliki hubungan namun masih belum terintegrasi dengan baik, hal ini bisa dilihat jika kita sering memantau kondisi pasar saat ini.

Soekam menilai, jika petani dan pasar sudah memiliki hubungan yang cukup baik terkait penawara dan permintaan. Maka nantinya stabilitas harga akan terjaga dengan baik.

“Kondisi real yang terjadi saat ini adalah terkadang pertani bertanam tidak bertanya pada pasar. Apa yang sedang dibutuhkan oleh pasar saat ini. Tiba-tiba setelah dibawa kepasar stok yang ada melimpah, yang mengakibatkan harga naik turun dan petani merugi. Sebaliknya jika petani membawa kepasar namun stok terbatas maka harga akan melonjak dan konsumen yang merasa dirugikan karena harga yang terlalu tinggi,” jelasnya.

Kebijakan pangan yang terintegrasi namun tidak berjalan dengan baik, terdapat faktor yang mempengaruhi hal tersebut terjadi. Faktor tersebut ialah belum adanya konsep tata hubungan yang dibangun.

“Pengaplikasian dilapangan, para pemimpin daerah diharapkan untuk berkumpul untuk membahas ekonomi berbasis pertanian. Pahami potensial pasar yang ada, permintaan apa saja yang ada dipasar saat ini dan harus dipelajari. Jika terjadi kesepakatan maka bukan tidak mungkin perekonomian yang ada di suatu daerah akan lebih sejahtera,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....