Sentra Perajin Tahu di Jombang Terdampak Melambungnya Harga Minyak

  • 27 Apr 2026 21:33 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Sentra perajin tahu di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, mulai terdampak kenaikan tajam harga minyak goreng. Lonjakan harga komoditas tersebut memicu peningkatan biaya produksi dan menekan pendapatan pelaku usaha.

Para perajin yang selama ini memasok tahu goreng ke berbagai daerah, seperti Surabaya dan Gresik, kini harus menyesuaikan strategi produksi agar tetap bertahan. Kenaikan harga minyak goreng dalam beberapa pekan terakhir dinilai berlangsung cepat dan cukup membebani operasional harian.

Salah satu perajin, Nuryatim, mengungkapkan bahwa kebutuhan minyak goreng dalam proses produksi sangat besar, sehingga perubahan harga berdampak langsung terhadap biaya.

“Kenaikan harga minyak goreng ini sangat berpengaruh pada usaha kami. Sekali produksi membutuhkan sekitar 7 kilogram minyak, dan dalam sehari bisa sampai puluhan kali menggoreng. Beberapa waktu terakhir harganya terus meningkat,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat biaya produksi mengalami kenaikan signifikan. Namun, pihaknya memilih tidak mengurangi ukuran produk demi menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan.

“Dulu biaya produksi per sekali masak sekitar Rp160.000, sekarang naik menjadi kurang lebih Rp185.000. Kami tidak mengubah ukuran tahu, tetapi melakukan penyesuaian pada harga jual,” katanya.

Meskipun jumlah produksi masih dipertahankan, tekanan biaya berdampak pada penurunan omzet. Nuryatin memperkirakan penurunan pendapatan mencapai dua digit dalam beberapa waktu terakhir.

“Secara keseluruhan, omzet turun di kisaran 10 sampai 15 persen. Selain biaya yang meningkat, permintaan dari pasar luar daerah juga mulai melemah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada minyak goreng. Bahan baku lain seperti kedelai dan plastik kemasan juga ikut mengalami peningkatan, sehingga memperbesar beban biaya produksi.

“Kenaikan ini tidak hanya pada minyak, tetapi juga kedelai dan bahan kemasan. Dampaknya terasa pada penjualan, terutama untuk distribusi ke Surabaya dan Gresik,” ucapnya.

Para perajin berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok yang menjadi penopang industri kecil.

“Kami berharap harga minyak goreng dan kedelai bisa segera stabil. Produksi tetap kami jalankan, tetapi kondisi seperti ini cukup berat bagi usaha kecil,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....