2026, Pemkab Jombang Prioritaskan Perbaikan Jalan Strategis

  • 27 Apr 2026 16:20 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Pemerintah Kabupaten Jombang memprioritaskan perbaikan sejumlah ruas jalan strategis pada tahun anggaran 2026 guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Fokus ini diarahkan pada jalur-jalur dengan tingkat kerusakan tinggi dan peran vital dalam distribusi barang dan mobilitas warga.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang mencatat terdapat lima paket Proyek Strategis Daerah (PSD) yang akan dikerjakan tahun ini. Proyek tersebut tersebar di beberapa kecamatan dengan karakteristik kebutuhan yang berbeda.

Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, menjelaskan bahwa penentuan prioritas pembangunan dilakukan melalui kajian teknis yang mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. “Penetapan lokasi didasarkan pada tingkat kerusakan jalan, kepadatan lalu lintas, fungsi ruas dalam jaringan kabupaten, serta kontribusinya terhadap sektor pertanian, perdagangan, dan industri,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan dan keberlanjutan infrastruktur. “Kami tidak hanya mengejar perbaikan permukaan jalan, tetapi juga memastikan aspek keamanan, ketahanan terhadap kondisi lingkungan, serta efisiensi dalam pemeliharaan jangka panjang,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, PUPR mengombinasikan teknologi perkerasan jalan sesuai kebutuhan masing-masing ruas. Metode hotmix dan konstruksi beton digunakan untuk meningkatkan daya tahan serta menyesuaikan karakteristik beban lalu lintas.

Ruas Cukir–Mojowarno menjadi salah satu prioritas dengan anggaran sekitar Rp 1,18 miliar. Pekerjaan meliputi pelapisan hotmix dua lapis, pelebaran bahu jalan, serta pembangunan tembok penahan di titik rawan longsor.

Selanjutnya, peningkatan ruas Mojoagung–Mojoduwur dengan pagu Rp 2,77 miliar difokuskan pada perbaikan kualitas jalan yang memiliki volume kendaraan cukup tinggi sebagai penghubung kawasan permukiman dan pusat ekonomi. Pada ruas Mojolegi–Panglungan Wonosalam, pekerjaan dilakukan dengan anggaran Rp 1,90 miliar yang mencakup pelebaran bahu jalan, pelapisan hotmix, serta pembangunan struktur penahan untuk meningkatkan keamanan.

Sementara itu, rekonstruksi ruas Gebangbunder–Plandaan dengan anggaran Rp 2,65 miliar menggunakan konstruksi beton untuk menangani kerusakan berat dan memperpanjang usia layanan jalan. Adapun ruas Made–Asemgede Ngusikan akan diperbaiki dengan anggaran Rp 2,66 miliar melalui kombinasi rigid pavement dan pelapisan hotmix, serta penguatan struktur di sejumlah titik.

Imam memastikan seluruh proyek akan dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan yang transparan dengan pengawasan ketat di lapangan. “Kami berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan agar sesuai spesifikasi, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap program ini mampu meningkatkan kemantapan jalan di Jombang secara signifikan. “Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas masyarakat akan semakin lancar dan biaya distribusi barang bisa ditekan,” ucapnya.

Perbaikan jalan strategis ini diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata, seiring meningkatnya aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....