Perubahan Tren Tekan Populasi Ayam Petelur di Jombang
- 26 Apr 2026 16:02 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Perubahan tren usaha peternakan unggas di Kabupaten Jombang menekan populasi ayam petelur dalam setahun terakhir, seiring pergeseran minat peternak ke komoditas yang dinilai lebih cepat menghasilkan.
Dinas Peternakan Kabupaten Jombang mencatat jumlah ayam petelur pada 2025 turun menjadi 659.690 ekor, dari sebelumnya 798.985 ekor pada 2024. Kepala Dinas Peternakan Jombang, M. Saleh, menyebut penurunan tersebut dipicu berkurangnya jumlah peternak ayam petelur.
“Banyak peternak yang mulai meninggalkan usaha ayam petelur dan beralih ke komoditas lain yang perputaran usahanya lebih cepat,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berbeda dengan ayam pedaging (broiler) yang justru mengalami peningkatan. Tingginya permintaan pasar serta siklus pemeliharaan yang relatif singkat menjadi faktor utama.
“Broiler masih menjadi pilihan karena masa panennya lebih cepat dan pasarnya sudah terbentuk dengan baik, sehingga dianggap lebih menjanjikan,” katanya.
Data Dinas Peternakan menunjukkan populasi ayam broiler meningkat dari 16.115.633 ekor pada 2024 menjadi 16.894.967 ekor pada 2025. Sementara itu, populasi ayam kampung juga mengalami penurunan, meski tidak sebesar ayam petelur, dari 701.273 ekor menjadi 685.903 ekor.
Penurunan pada sektor ayam petelur dinilai lebih berdampak karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan usaha peternak yang membutuhkan waktu produksi lebih panjang.
Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan menyatakan terus melakukan berbagai upaya untuk menahan laju penurunan tersebut, termasuk pembinaan teknis, pendampingan usaha, serta pengawasan kesehatan ternak.
“Kami berupaya agar peternak tetap bertahan di sektor ini. Harapannya, populasi ayam petelur bisa kembali stabil dan tidak terus mengalami penurunan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....