Lima Tahun Berturut-turut, Kota Kediri Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran
- 23 Apr 2026 14:20 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Lima Tahun Berturut-turut, Kota Kediri Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran
- Konsistensi Kota Kediri tak lepas dari kekompakan pemerintah dan birokrasi, dan Setara Institute juga mencatat visi pemajuan toleransi di daerah ini berjalan beriringan. Komitmen itu dijaga melalui dialog dengan semua kelompok
RRI.CO.ID, Kediri - Selama lima tahun berturut-turut, Kota Kediri berhasil masuk dalam 10 besar Kota Paling Toleran di Indonesia menurut Setara Institute berdasarkan penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) 2025. Atas capaian ini, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menerima langsung penghargaan tersebut dalam Launching dan Penghargaan Indeks Kota Toleran 2025, di Jakarta, pada Rabu, 22 April 2026.
Dalam keterangannya, Kamis, 23 April 2026, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati menyatakan, tahun ini, Kota Kediri ada di peringkat 8 dengan skor 5,792. Angkanya sama persis dengan tahun lalu. "Di tengah dinamika sosial yang makin kompleks, fondasi kerukunan di kota ini tetap kokoh. Jadi ini kebanggaan buat kami bisa mempertahankan capaian ini," kata Vinanda.
Wali Kota termuda se-Indonesia ini menyebutkan, Indeks Kota Toleran (IKT) menjadi ruang belajar bersama. "Indonesia ini kaya budaya dan agama. Kita bisa saling belajar dari kota ke kota soal toleransi," katanya.
Vinanda menilai, Kediri memang tak besar. Luas wilayahnya terbatas, penduduknya sekitar 300 ribu jiwa, tapi keberagamannya padat. Bahkan pihaknya menyebut Kediri sebagai Kota Santri karena pondok pesantrennya tersebar di mana-mana.
Menariknya, tiap ada kegiatan keagamaan, semua unsur agama selalu hadir lengkap. "Prestasi ini bukti kebersamaan kami kuat," katanya.
Ia menambahkan, konsistensi Kediri tak lepas dari kekompakan pemerintah dan birokrasi. Setara Institute juga mencatat, visi pemajuan toleransi di Kediri jalan beriringan. Komitmen itu dirawat lewat dialog terus-menerus dengan semua kelompok.
"Hasilnya, iklim keberagaman tetap kondusif dari tahun ke tahun," katanya.
Mbak Wali juga menyampaikan, peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Apalagi, FKUB luar biasa menjaga toleransi di akar rumput.
"Peringkat 8 ini hadiah untuk seluruh masyarakat Kota Kediri. Terima kasih FKUB dan warga yang sudah jaga keamanan dan kerukunan," ucapnya.
Meski sudah 5 tahun stabil di 10 besar, Mbak Wali mengemukakan, belum puas. Targetnya, naik peringkat, bahkan nomor satu. "Ke depan kami akan terus tingkatkan capaian ini lewat berbagai inovasi," katanya.
Bagi Kediri, lanjutnya, perilaku toleransi itu bukan sekadar angka di laporan. Tetapi kerja harian yang dijaga bersama-sama oleh masyarakat dan berbagai pihak.
"Di kota yang katanya kecil ini, beda agama dan budaya justru jadi alasan untuk duduk semeja. Hal itu yang bikin Kediri betah di papan atas," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....