Cabai Rawit Kediri Masih Diminati Konsumen Kalimantan

  • 23 Apr 2026 06:30 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Pengiriman komoditas cabai rawit merah ke Kalimantan mencapai 6 Ton, hal ini membuktikan bahwa cabai dari Kediri diminati konsumen yang ada disana. Hal tersebut berdasarkan rilis harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Rabu, 22 April 2026.

Pengiriman komoditas cabai dari Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri ke wilayah Jabodetabek untuk cabai merah keriting sebanyak 1 Ton. Dan serapan cabai pada sektor industri melalui glower untuk cabai keriting sebanyak 0,7 Ton, cabai rawit merah sebanyak 2 Ton.

Harga grosir komoditas Cabai Merah Besar (CMB) stabil, untuk varietas Gada EVO rata-rata Rp33.000 per kilogram. Jenis Imola harga rata-rata Rp31.000 per kilogram dan cabai besar jenis Sandi 08 dengan harga Rp29.000 per kilogram.

“Harga cabai rawit merah sedikit turun meskipun pasokan dai pasar pasokan masih tetap, sedangkan harga cabai merah besar sedikit naik. Pasokan cabai merah keriting dan harga masih stabil di pasar induk,” ucap Suyono, Ketua APCI Kabupaten Kediri.

Sementara harga Cabai Merah Keriting (CMK) varietas Boos Tavi rata-rata sekitar Rp30.000 per kilogram. Cabai Keriting jenis Sibad dengan harga grosir rata-rata Rp28.000 per kilogram per kilogram. Sedangkan harga Cabai Rawit Merah (CRM) varietas Brengos 99 stabil Rp42.000 per kilogram.

Cabai rawit jenis Asmoro 043 harga Rp40.000 per kilogram, cabai rawit merah jenis lokal Kediri harga Rp37.000 per kilogram. Cabai Rawit jenis Prentol Tumi 99 harga Rp35.000 per kilogram, dan jenis Juwita 25 F1 harga Rp35.000 per kilogram.

Pasokan aneka jenis cabai di Pasar Induk Pare, untuk cabai merah besar dari wilayah Kediri, Bojonegoro dan Malang sebanyak 6 Ton. Untuk pasokan cabai merah keriting dari wilayah Kediri sebanyak 1,3 Ton, serta pasokan cabai rawit merah dari wilayah lokal Kediri sebanyak 15 Ton.

“Dari Kediri masih ada pengiriman cabai rawit merah ke Kalimantan sebanyak 6 Ton, dan sisa pasokan di Pasar Induk Pare untuk menyuplai pasar yang ada di wilayah Jawa Timur,” jelas Suyono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....