BPS Kota Kediri Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026 Sasar 17 Sektor Usaha

  • 22 Apr 2026 10:49 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mulai mematangkan persiapan menjelang perhelatan besar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menegaskan bahwa sensus sepuluh tahunan ini merupakan langkah krusial untuk memotret struktur dan daya saing ekonomi daerah secara utuh. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan ekonomi, khususnya dalam menghadapi dinamika ekonomi digital yang berkembang pesat di Kota Kediri.

Emil menjelaskan bahwa sasaran utama sensus ini adalah menyediakan informasi mendalam mengenai karakteristik usaha, mulai dari skala mikro hingga besar. “Berdasarkan UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, BPS menjamin bahwa seluruh kerahasiaan data individu maupun perusahaan akan dilindungi sepenuhnya. Kami tekankan disini bahwa data sensus ini murni untuk kepentingan statistik dan tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan,” tuturnya dalam dialog Kediri Menyapa, Rabu, 22 April 2026.

Ketua Bidang Manajemen Lapangan SE2026 BPS Kota Kediri, Arif Dwi Purwanto, menjelaskan pelaksanaan SE2026 direncanakan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Tahap awal akan dimulai pada bulan Mei dengan pengiriman surat elektronik kepada perusahaan-perusahaan besar. Sementara itu, pendataan lapangan secara masif akan dilakukan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Petugas lapangan dijadwalkan akan mendatangi rumah warga serta tempat usaha sejak pagi hingga malam hari guna memastikan seluruh pelaku usaha terdata dengan akurat.

“Jadi petugas kami akan berusaha menyesuaikan jam kerja dari para pengusaha ini, apalagi yang usaha kecil yang buka diwaktu yang tidak pasti. Kalau mereka kerja di malam hari ya petugas kami akan datang di siang hingga sore hari, begitupun sebaliknya kalau kerjanya di pagi sampai sorea kami akan datangi juga di malam hari,” tambah Arif.

Untuk mengantisipasi keraguan di masyarakat, Arif meminta warga mengenali ciri khusus petugas resmi BPS. Setiap petugas lapangan akan dibekali dengan surat tugas resmi serta mengenakan seragam rompi identitas Sensus Ekonomi 2026. Rompi tersebut memiliki warna dasar hitam dengan dominasi warna oranye yang mencolok. Masyarakat diharapkan dapat menerima petugas dengan baik demi suksesnya pencatatan data ekonomi nasional ini.

Mengenai cakupan SE2026 Emil mengatakan cakupannya sangat luas sekali, ini mencakup 17 sektor lapangan usaha utama berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor-sektor tersebut meliputi industri pengolahan, konstruksi, transportasi, perbankan, hingga penyediaan akomodasi dan makan minum. Meski sektor pertanian biasanya memiliki sensus tersendiri, pada SE2026 sektor ini tetap akan dipetakan dalam struktur PDRB untuk melihat sejauh mana kekuatan ekonomi digital merambah ke berbagai lini usaha.

Terdapat beberapa variabel baru yang akan ditanyakan petugas kepada responden, salah satunya adalah variabel ekonomi digital. “BPS memandang penting untuk memetakan sejauh mana adopsi teknologi digital dalam operasional usaha saat ini. Selain itu, aspek ekonomi lingkungan atau ekonomi hijau juga menjadi variabel baru guna melihat keberlanjutan usaha di tengah isu perubahan iklim yang menjadi perhatian global,” ucap Emil memaparkan variable dalam SE2026.

BPS Kota Kediri berharap para pelaku usaha dapat memberikan jawaban yang jujur dan apa adanya sesuai kondisi riil di lapangan. Partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan akurasi data yang akan digunakan untuk perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia sepuluh tahun ke depan. Dengan data yang akurat, pemerintah diharapkan dapat melahirkan program-program yang tepat sasaran bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Kediri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....