BPBD Jombang Siaga Hadapi Potensi Karhutla

  • 21 Apr 2026 20:24 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau 2026. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kemungkinan dampak fenomena El Nino yang berpotensi memperpanjang periode kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengatakan salah satu upaya awal yang dilakukan adalah menyiapkan surat edaran untuk masyarakat hingga tingkat desa. “Dalam waktu dekat, edaran akan kami kirimkan ke kecamatan agar segera diteruskan ke desa-desa. Isinya mengingatkan masyarakat supaya tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Ia menjelaskan, langkah antisipasi ini diambil setelah BPBD mengikuti koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BMKG terkait prakiraan iklim tahun ini. “Walaupun intensitas El Nino diprediksi tidak terlalu kuat, potensi dampaknya tetap ada sehingga kami diminta tetap siaga,” katanya.

Menurutnya, kawasan perbukitan seperti Kecamatan Wonosalam menjadi titik rawan karhutla di Jombang. Selain kondisi vegetasi yang mudah terbakar saat kemarau, akses menuju lokasi juga menjadi kendala tersendiri. “Medan di wilayah tersebut cukup sulit dijangkau, sehingga proses penanganan kebakaran membutuhkan upaya ekstra,” jelasnya.

Selain penguatan imbauan, BPBD juga meningkatkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar wilayah rawan. Edukasi difokuskan pada pencegahan kebakaran akibat aktivitas manusia, yang selama ini menjadi salah satu pemicu utama karhutla.

Sementara itu, Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jombang, Pepi Stevy Maria, menyebutkan kejadian karhutla terakhir terjadi pada 2023 di kawasan Wonosalam dengan luas terdampak sekitar 40 hektare. Ia mengakui keterbatasan sarana masih menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran. “Saat itu, puluhan personel kami turunkan untuk membuat sekat bakar agar api tidak meluas, karena peralatan masih terbatas dan banyak mengandalkan tenaga manual,” katanya.

Ia menambahkan, jika kebakaran berkembang lebih luas, BPBD akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendapatkan dukungan tambahan. “Dalam kejadian sebelumnya, bantuan pemadaman juga dilakukan dari udara menggunakan helikopter dengan beberapa kali operasi,” ucapnya.

Dengan kesiapsiagaan tersebut, BPBD Jombang berharap potensi karhutla dapat ditekan serta risiko kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....