Tim KKG GPK Gandeng RRI Kediri untuk Menggaungkan Sekolah Inklusif
- 15 Apr 2026 16:38 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Kelompok Kerja Guru Pendamping Khusus (KKG GPK) Kabupaten Kediri menggandeng RRI Kediri untuk mengkampanyekan serta menggaungkan sekolah inklusif, melalui audiensi yang digelar di Kantor RRI Kediri, Rabu, 15 April 2026. Kolaborasi ini difokuskan untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait pentingnya akses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Ketua KKG GPK Kabupaten Kediri, Dian Ariandi, mengatakan bahwa kampanye tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong terwujudnya pendidikan bermutu yang inklusif dan merata, “Kampanye sekolah inklusif ini kami lakukan untuk mendukung program pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi semua, tanpa terkecuali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya membuka kolaborasi lintas sektor, mulai dari komunitas hingga berbagai elemen masyarakat, guna memperkuat implementasi program tersebut, “Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Dari sisi program, kami juga merancang berbagai inovasi baru agar kampanye ini bisa menjangkau lebih banyak pihak,” kata Dian.
Menurut Dian, KKG GPK juga berperan sebagai wadah layanan pengaduan bagi sekolah dan masyarakat terkait penyelenggaraan pendidikan inklusif. “Kami ingin menjadi tempat bagi sekolah maupun masyarakat untuk menyampaikan berbagai kendala di lapangan, khususnya dalam menangani siswa berkebutuhan khusus. Karena pada prinsipnya, semua sekolah wajib menerima dan melayani mereka,” ucapnya.
Dian menambahkan, dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri dinilai sangat kuat dalam mendorong program tersebut, termasuk dalam menekan angka anak tidak sekolah (ATS) yang masih tergolong tinggi. “Dinas Pendidikan memberikan dukungan penuh. Kami juga didorong untuk ikut berperan menekan angka anak tidak sekolah, agar semua anak di Kabupaten Kediri bisa mendapatkan layanan pendidikan yang layak,” ucapnya.
Terkait kebijakan, Dian memastikan seluruh program tetap mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) yang saat ini tengah dalam proses penyempurnaan. “Semua kebijakan tetap merujuk pada peraturan yang ada. Saat ini Raperbup sudah disusun dan kami diminta memberikan masukan, khususnya dari sisi pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa komunitas KKG GPK telah terdaftar secara resmi di kementerian terkait dan siap memperluas gerakan kampanye sekolah inklusif di Kabupaten Kediri, “Kami berharap seluruh sekolah benar-benar bisa memberikan layanan pendidikan yang bermanfaat bagi semua anak, khususnya yang berkebutuhan khusus, tanpa diskriminasi,” katanya.
Sementara itu, Koordinator SP RRI Kediri, Ricki Anggoro, menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai media memiliki peran strategis dalam menyuarakan isu pendidikan inklusif kepada masyarakat luas. “Kami melihat ini sebagai langkah positif. RRI siap menjadi ruang publik untuk menyampaikan informasi dan edukasi terkait sekolah inklusif,” ujarnya.
Menurut Ricki, sinergi antara lembaga pendidikan dan media diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan yang ramah bagi semua kalangan. “Kami berharap kampanye ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih dalam layanan pendidikan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....