BMKG Dhoho Gandeng RRI Perkuat Sinergitas Penyebaran Informasi Klimatologi

  • 20 Agt 2026 11:32 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – BMKG Stasiun Meteorologi Dhoho Kediri memperkuat sinergi dengan RRI Kediri untuk memperluas penyebaran informasi cuaca, iklim, dan potensi bencana kepada masyarakat. Langkah tersebut dibahas dalam kunjungan silaturahmi BMKG Dhoho Kediri ke kantor RRI Kediri, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri, Satria Kridha Nugraha, mengatakan, kerja sama dengan RRI dinilai penting karena informasi meteorologi dan kebencanaan perlu disampaikan secara luas dan mudah dipahami masyarakat.

"BMKG Dhoho merupakan kantor yang relatif baru. Karena itu, kami berharap ke depan dapat membangun kerja sama dengan RRI untuk mendiseminasikan informasi cuaca, iklim, gempa bumi, dan berbagai informasi kebencanaan kepada masyarakat secara lebih luas," ujar Satria.

Satria juga mengingatkan masyarakat mengenai kondisi musim kemarau 2026 yang dipengaruhi fenomena El Nino. Kondisi tersebut berpotensi membuat musim kemarau berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

"Sejak awal tahun 2026, kami sudah menyampaikan informasi mengenai potensi El Nino. Fenomena ini menyebabkan musim kemarau menjadi lebih kering dan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal," katanya.

Menurut Satria, sebagian besar wilayah Jawa Timur, termasuk Kediri dan sekitarnya, saat ini telah memasuki puncak musim kemarau. Kondisi tersebut diperkirakan masih berlanjut hingga September dan Oktober, meskipun secara normal periode tersebut mulai memasuki masa peralihan menuju musim penghujan.

"Pada September dan Oktober, curah hujan di wilayah Kediri dan sekitarnya diprediksi masih relatif rendah. Kategorinya berada pada kisaran nol hingga 50 milimeter per bulan," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau, terutama kekeringan, potensi keterbatasan air bersih, serta bencana kebakaran hutan dan lahan. Cuaca panas dan kering juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran. Selain itu, masyarakat juga perlu memperhatikan dampak kesehatan akibat cuaca panas dan ekstrem, termasuk gangguan pernapasan seperti ISPA, maupun juga headstroke," ucap Satria.

Sementara itu, Koordinator RRI Kediri, Ricki Anggoro, menyambut baik kunjungan BMKG Dhoho Kediri dan rencana penguatan kerja sama dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat. "Kami menyambut baik kunjungan teman-teman BMKG Dhoho Kediri. Selain mempererat silaturahmi, kami berharap pertemuan ini dapat memperkuat kolaborasi untuk menyebarluaskan informasi cuaca dan klimatologi, khususnya bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya," kata Ricki.

Ricki menegaskan, RRI Kediri siap mendukung penyampaian informasi BMKG melalui berbagai kanal dan program siaran. Menurutnya, informasi cuaca dan kebencanaan memiliki nilai penting bagi masyarakat karena dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi ekstrem.

"RRI berkomitmen memberikan dukungan terhadap tujuan BMKG dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami terbuka untuk membangun kolaborasi melalui berbagai program yang dapat dijalankan bersama," ujarnya.

Sejumlah bentuk kolaborasi juga mulai dibahas, di antaranya penyampaian informasi cuaca secara langsung oleh BMKG melalui siaran RRI. Informasi tersebut juga dapat dikembangkan melalui program Halo RRI maupun dialog program Kentongan yang memiliki fokus pada isu tanggap kebencanaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....