Hati dan Jiwa Jadi Penentu Kebaikan dan Kedekatan kepada Allah
- 14 Apr 2026 08:15 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Dalam perspektif Islam, hati dan jiwa menjadi penentu utama kualitas kebaikan serta kedekatan manusia kepada Allah SWT. Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Hasyim Asy’ari (Unhassy) Jombang, Dr. Ahmad Fakhruddin, menjelaskan bahwa manusia memiliki berbagai unsur dalam dirinya. 2 hal dalam diri yaitu hati dan ruh memegang peran sentral dalam membentuk karakter dan arah hidup.
Dalam program Mutiara Pagi RRI Kediri, Selasa, 14 April 2026, ia menjelaskan bahwa hati yang bersih akan melahirkan perilaku yang baik. Sementara jiwa yang dekat dengan Allah akan menuntun manusia pada ketenangan dan ketakwaan.
“Banyak orang terlihat baik secara lahiriah, tetapi jika hatinya tidak terjaga dan jiwanya jauh dari Tuhan, maka kebaikan itu tidak akan bertahan,” ujarnya.
Menurutnya, hati perlu terus diasah melalui empati, keikhlasan, dan introspeksi diri. Sementara itu, jiwa harus senantiasa didekatkan kepada Allah melalui ibadah, dzikir, dan kesadaran spiritual.
Ia menambahkan, kerusakan hati dan kekosongan jiwa menjadi salah satu penyebab utama krisis moral yang terjadi di tengah masyarakat. Dr. Ahmad pun mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan hati dan kekuatan jiwa sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan.
Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan pribadi yang tidak hanya baik secara lahir. Akan tetapi juga memiliki kedalaman iman dan kedekatan yang kuat kepada Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....