Warga di Kediri Mulai Keluhkan Fenomena Mahalnya Harga Plastik
- 08 Apr 2026 20:19 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Kenaikan harga plastik dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan oleh pedagang dan pelaku usaha kecil di Kabupaten Kediri. Lonjakan harga tersebut berdampak langsung pada biaya operasional, terutama bagi pedagang pasar tradisional dan pelaku UMKM yang bergantung pada kemasan plastik untuk aktivitas jual beli.
Di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Pamenang Pare, harga kantong plastik mengalami kenaikan signifikan. Untuk plastik kresek ukuran sedang, yang sebelumnya dijual sekitar Rp22.000 hingga Rp25.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, plastik ukuran besar yang sebelumnya berada di kisaran Rp28.000 per kilogram, kini menembus harga Rp50.000 per kilogram.
Seorang pedagang di Pasar Pare, Lasiman, mengaku kenaikan harga plastik sudah terjadi secara bertahap sejak sebelum lebaran tiba. Namun dalam dua pekan terakhir, kenaikannya terasa lebih tajam. Ia mengatakan kondisi ini cukup memberatkan karena plastik menjadi kebutuhan utama dalam melayani pembeli.
“Sekarang harga plastik naiknya cukup tinggi, bahkan ada yang hampir dua kali lipat dibanding sebelumnya. Kami sebagai pedagang mau tidak mau harus tetap membeli karena kebutuhan sehari-hari,” ujar Lasiman, Rabu, 8 April 2026.
Lebih lanjut, kenaikan harga plastik diduga dipengaruhi oleh naiknya harga bahan baku plastik berbasis minyak bumi, serta biaya distribusi yang ikut meningkat. Selain itu, kebijakan pembatasan penggunaan plastik di beberapa daerah juga disebut berdampak pada distribusi dan harga di tingkat pasar.
“Sebenarnya saya tidak bisa memastikan karena apa. Cuma waktu pesan ke distributor itu katanya juga sudah dari sananya mahal. Bahan bakunya itu yang serba naik,” katanya.
Menurut Lasiman, kenaikan juga terjadi pada jenis plastik kemasan makanan seperti cup dan mika. Harga cup plastik ukuran 12 oz yang sebelumnya Rp45.000 per dus kini naik menjadi Rp55.000 hingga Rp60.000 per dus. Sedangkan mika makanan mengalami kenaikan rata-rata Rp10.000 hingga Rp15.000 per paket, tergantung ukuran dan kualitas.
Sementara itu, seorang pembeli sekaligus pelaku UMKM di Pare, Roidatullah, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik turut mempengaruhi harga jual produknya. Ia yang menjalankan usaha makanan ringan harus menyesuaikan harga agar tetap menutup biaya produksi.
“Kami sebagai pelaku UMKM cukup terdampak. Harga kemasan naik, sementara daya beli masyarakat belum tentu ikut naik. Jadi terpaksa kami harus menaikkan harga produk sedikit demi sedikit,” ucapnya.
Diketahui, kenaikan harga plastik ini juga berkaitan dengan fluktuasi harga resin plastik di pasar global yang dipengaruhi oleh harga minyak mentah. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut mendorong naiknya harga impor bahan baku plastik, sehingga berdampak hingga ke tingkat pedagang lokal.
Saat ini, para pedagang dan pelaku usaha di Kediri berharap pemerintah dapat melakukan stabilisasi harga atau memberikan solusi alternatif agar kenaikan ini tidak berkepanjangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....