PPLH Bali Dorong Kantin Sekolah Sehat dan Berkelanjutan
- 08 Apr 2026 10:15 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Kondisi kantin sekolah di Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar terkait keamanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Qinnara Pratita Loka, Koordinator Kantin Sekolah Sehat PPLH Bali, menyoroti masih banyaknya kantin yang menjajakan makanan kemasan tinggi gula serta kurang memperhatikan keseimbangan gizi anak.
Ia memaparkan bahwa isu ini menjadi krusial karena sekolah merupakan tempat pembentukan karakter, di mana kebiasaan konsumsi yang tidak sehat sejak dini akan berdampak buruk pada kesehatan siswa saat mereka dewasa nanti.
“Peran kantin sekolah sangat signifikan dalam memengaruhi pola makan dan kebiasaan hidup jangka panjang para siswa. Jika kantin secara konsisten menyediakan asupan bergizi, maka siswa akan terbiasa memilih pola hidup sehat, namun sebaliknya, ketersediaan makanan tidak sehat justru akan melanggengkan kebiasaan buruk,” kata Qinnara kepada RRI, Rabu, 08 April 2026.
Oleh karena itu, PPLH Bali mendorong transformasi kantin yang mencakup keamanan pangan dari hulu, penyediaan pangan sehat, hingga upaya nyata pengurangan sampah plastik.
Qinnara menjelaskan indikator utama kantin sehat melibatkan aspek kemandirian pangan, seperti mendorong sekolah memanfaatkan lahan untuk kebun sayur mandiri guna menyuplai kebutuhan kantin. Selain itu, sisi keberlanjutan diperkuat dengan mewajibkan siswa membawa peralatan makan sendiri dari rumah untuk meminimalkan penggunaan wadah sekali pakai.
“Saat ini, sudah terdapat sepuluh sekolah dasar di Bali yang menerapkan konsep ini melalui pendekatan bertahap tanpa paksaan untuk memastikan perubahan perilaku yang menetap,” katanya.
Standar keamanan pangan yang ideal juga mencakup aspek higienitas petugas kantin melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, apron, dan ikat rambut. Selain sanitasi dan penyimpanan bahan pangan yang baik, sekolah juga didorong untuk membentuk kader kantin sehat yang berasal dari kalangan siswa sendiri.
"Kader ini bertugas untuk mengedukasi teman sebaya mereka mengenai pentingnya pangan sehat dan keamanan pangan di lingkungan sekolah," ujar Qinnara Pratita Loka.
Implementasi program ini diawasi melalui sistem monitoring berkala, lanjutnya, mulai dari evaluasi dua mingguan hingga penilaian setiap enam bulan dan setahun sekali. Proses transisi dilakukan secara perlahan agar pihak pengelola kantin dapat menyesuaikan diri tanpa harus menghentikan operasional secara mendadak.
Melalui pengawasan dan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan kantin sekolah dapat bertransformasi menjadi ruang pendidikan kesehatan yang mendukung terciptanya generasi masa depan yang lebih berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....