Harga BBM Tetap Normal, Warga Diminta Tidak 'Panic Buying'
- 01 Apr 2026 11:42 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Harga bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Kediri dipastikan masih normal per 1 April 2026. Menyusul beredarnya kabar kenaikan harga, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying).
Wakil Pengawas SPBU Pare, Yulianto Setiawan, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan tarif harga BBM. Ia menyebutkan, harga Pertalite masih berada di angka Rp10.000 per liter, sementara Pertamax tetap Rp12.300 per liter.
“Memang sempat beredar informasi terkait rencana kenaikan harga BBM. Namun per 1 April ini tidak ada perubahan harga, semuanya masih normal,” ujar Yulianto saat ditemui RRI di kantornya, Rabu, 1 April 2026.
Ia juga memastikan ketersediaan stok BBM di wilayah Pare dalam kondisi aman. Meski sempat terjadi keterlambatan distribusi untuk jenis Pertalite, hal tersebut tidak berlangsung lama dan tidak berdampak signifikan terhadap pasokan.
“Stok secara umum aman. Kemarin memang ada keterlambatan distribusi Pertalite, tetapi hanya berlangsung sekitar satu hari dan saat ini sudah kembali tersedia,” katanya.
Yulianto mengakui sempat terjadi peningkatan antrean di SPBU akibat kekhawatiran masyarakat terhadap isu kenaikan harga. Namun, pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen.
“Animo masyarakat sempat meningkat karena adanya kabar tersebut. Bahkan sempat terjadi antrean panjang dan stok Pertalite sempat habis, tetapi sekarang sudah kembali normal,” ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya dari media sosial yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya. Tidak perlu melakukan panic buying karena stok BBM masih mencukupi,” tuturnya.
Sementara itu, seorang pengemudi ojek online di Pare, Edi, mengaku sempat menyaksikan antrean panjang di sejumlah SPBU akibat kabar kenaikan harga BBM. “Semalam antrean sampai ke bahu jalan. Hampir di setiap SPBU yang saya lewati terlihat mengular. Ternyata kabar kenaikan itu tidak benar, karena sekarang harga tetap normal,” katanya kepada RRI usai mengisi BBM di SPBU Pare.
Di samping itu, Edi berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi para pengemudi ojek online apabila terdapat rencana penyesuaian harga BBM di kemudian hari. “Kalau dari kami tentu berharap tidak ada kenaikan harga. Pendapatan kami sudah terbatas, argonya kecil. Jadi kalau BBM naik, tentu akan semakin memberatkan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....