Curah Hujan Tinggi, Afvoer Watudakon Kembali Sebabkan Banjir di Jombang
- 31 Mar 2026 17:13 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir kembali memicu luapan Afvoer Watudakon yang menyebabkan banjir di Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Akibatnya, ratusan rumah warga dan puluhan hektare lahan pertanian terdampak genangan air.
Banjir dilaporkan telah berlangsung selama hampir sepekan dan menyebar ke sejumlah dusun dengan tingkat genangan yang bervariasi. Di Dusun Kedungmulyo, sekitar 22 hektare sawah terendam bersama 49 rumah warga. Sementara di Dusun Kandangan, genangan air lebih luas dengan sekitar 40 hektare sawah dan 90 rumah terdampak.
Kepala Desa Carangrejo, Supriadji, mengatakan peningkatan debit air tidak mampu ditampung saluran afvoer sehingga meluber ke permukiman dan lahan pertanian.
“Air meluap dari Afvoer Watudakon yang kemudian mengalir ke saluran lain seperti Plosorejo. Kondisi ini diperparah oleh hujan yang turun terus-menerus dengan intensitas cukup tinggi,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Ia menjelaskan, aliran air dari beberapa titik mempercepat meluasnya genangan. Di wilayah Dusun Kandangan, air disebut bergerak dari Afvoer Watudakon menuju Afvoer Rembugwangi sebelum akhirnya masuk ke Afvoer Plosorejo.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, menyebut kondisi banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut karena hujan masih sering terjadi.
“Selama intensitas hujan masih tinggi, genangan air masih bertahan di sejumlah titik,” katanya.
Menurutnya, kapasitas saluran air yang terbatas menjadi salah satu faktor yang memperparah situasi. BPBD terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi dampak lanjutan.
Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat potensi hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....