Harga Cabai Rawit Kembali Naik di Kediri
- 31 Mar 2026 06:16 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Cabai rawit kembali mengalami kenaikan harga, karena akibat berkurangnya pasokan di pasar induk . Hal itu berdasarkan rilis data harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Senin, 30 Maret 2026.
Harga Cabai Rawit Merah (CRM) varietas Brengos 99 saat ini Rp62.000 naik Rp8.000 menjadi Rp70.000 per kilogram. Jenis Asmoro 043 harga Rp58.000 naik Rp10.000 menjadi Rp68.000 per kilogram, dan untuk harga cabai rawit merah jenis lokal Kediri harga Rp52.000 naik Rp8.000 menjadi Rp60.000 per kilogram.
Sedangkan cabai rawit jenis Prentol Tumi 99 harga Rp45.000 naik Rp10.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Serta cabai rawit jenis Juwita 25 F1 dengan harga Rp45.000 naik Rp10.000 menjadi Rp55.000 per kilogram.
Sementara harga Cabai Merah Keriting (CMK) varietas Boos Tavi Rp23.000 naik Rp2.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Dan cabai keriting jenis Sibad dengan harga Rp21.000 naik Rp2.000 menjadi Rp23.000 per kilogram.
Harga komoditas Cabai Merah Besar (CMB), varietas Gada EVO harga Rp28.000 per kilogram, jenis Imola harga Rp26.000 per kilogram. Can cabai merah besar jenis Sandi 08 dengan harga grosir Rp25.000 per kilogram.
"Hari ini harga cabai rawit dan cabai keriting naik karena pasokan sedikit berkurang, sedangkan harga cabai besar dan pasokan masih tetap. Kenaikan dipengaruhi hujan dan penyerapan ke industri dan luar Jawa meningkat,” ucap Suyono, Ketua APCI Kabupaten Kediri.
Pengiriman komoditas cabai dari Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri ke wilayah Jabodetabek libur. serapan pada sektor industri cabai keriting sebanyak 0,8 Ton, dan cabai rawit merah sebanyak 4 Ton. Terdapat pengiriman komoditas cabai rawit merah ke Kalimantan yaitu sebanyak 4 Ton.
Pasokan aneka jenis cabai di Pasar Induk Pare, untuk cabai merah besar dari wilayah Kediri dan Jombang sebanyak 5 Ton. Sedangkan pasokan cabai merah keriting dari wilayah Kediri sebanyak 1 Ton, serta pasokan cabai rawit merah dari lokal Kediri sebanyak 18 Ton.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....