Cuaca Tak Menentu, Petani Tembakau di Jombang Tunda Tanam

  • 30 Mar 2026 20:46 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Cuaca yang masih tidak menentu pada akhir Maret 2026 membuat sejumlah petani tembakau di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memilih menunda masa tanam. Kondisi ini mendorong petani untuk lebih fokus pada tahap persiapan lahan guna mengantisipasi risiko gagal tanam akibat curah hujan yang masih tinggi.

Di sejumlah wilayah sentra tembakau seperti Kecamatan Kabuh, Ploso, dan Kudu, petani mulai melakukan pengeringan lahan dengan memanfaatkan jeda panas di sela hujan. Langkah ini dinilai penting untuk menurunkan kadar air tanah agar sesuai dengan kebutuhan tanaman tembakau yang cenderung membutuhkan kondisi lahan kering saat awal pertumbuhan.

Rahmat, petani tembakau asal Kecamatan Kabuh, mengatakan bahwa kondisi cuaca saat ini belum ideal untuk mulai penanaman. Ia mengaku masih menunggu kestabilan musim kemarau sebelum menanam secara serentak.

“Kalau sekarang dipaksakan tanam, risikonya besar. Tanah masih terlalu basah, nanti tanaman bisa busuk atau pertumbuhannya tidak maksimal,” ujar Rahmat, Senin, 30 Maret 2026.

Selain itu, pengolahan tanah juga mulai dilakukan dengan cara pembajakan ulang. Proses ini bertujuan untuk menggemburkan struktur tanah sekaligus memutus sisa akar tanaman sebelumnya yang berpotensi menjadi sumber penyakit.

Perbaikan sistem drainase juga menjadi fokus utama di tengah cuaca yang sulit diprediksi. Saluran air di sekitar lahan diperlebar dan diperdalam agar genangan air dapat segera terbuang saat hujan turun. Kondisi drainase yang buruk berisiko merusak bibit tembakau yang dikenal sensitif terhadap kelebihan air.

“Kami sekarang fokus meratakan lahan, memperbaiki saluran air, dan memastikan tanah siap. Jadi begitu kemarau datang, tinggal tanam saja,” katanya.

Kondisi ini sejalan dengan pola musim di wilayah Jombang yang pada tahun-tahun sebelumnya juga menunjukkan pergeseran awal kemarau. Curah hujan yang masih turun di akhir Maret membuat petani harus lebih berhati-hati dalam menentukan waktu tanam agar tidak mengalami kerugian.

Di sisi lain, penundaan masa tanam juga berdampak pada mundurnya siklus panen tembakau. Hal ini berpotensi memengaruhi kualitas daun jika masa panen bertepatan dengan hujan kembali turun pada akhir musim kemarau.

Meski demikian, petani menganggap langkah menunda tanam sebagai keputusan yang lebih aman dibandingkan harus menghadapi risiko gagal panen. Mereka berharap kondisi cuaca mulai stabil pada April hingga Mei sehingga musim tanam tembakau bisa segera dimulai secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....