Dampak Ketegangan Geopolitik, Perajin Tahu di Jombang Keluhkan Mahalnya KedelaiI

  • 29 Mar 2026 20:29 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Kenaikan harga kedelai impor yang dipicu ketegangan geopolitik global mulai dirasakan perajin tahu di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dalam beberapa pekan terakhir, harga bahan baku utama tersebut naik signifikan hingga menyentuh Rp12.500 per kilogram, berdampak langsung pada biaya produksi pelaku usaha kecil.

Kondisi ini diakui oleh Achmad Wiriawan, perajin pabrik tahu rumahan di Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Ia mengatakan, kenaikan harga kedelai terjadi secara bertahap sejak awal Maret 2026, dari sebelumnya berkisar Rp10.500 hingga Rp11.000 per kilogram. Artinya, terjadi kenaikan sekitar 13 hingga 19 persen dalam waktu relatif singkat.

“Sekarang sudah Rp12.500 per kilo. Sebelumnya masih di kisaran Rp10 ribuan. Kenaikannya cukup terasa, apalagi untuk usaha kecil seperti kami,” ujar Achmad, Minggu, 29 Maret 2026.

Achmad menjelaskan, dalam sehari dirinya membutuhkan sekitar 80 hingga 100 kilogram kedelai untuk memenuhi produksi tahu. Dengan kenaikan harga saat ini, biaya tambahan yang harus dikeluarkan mencapai Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari, dibandingkan kondisi sebelumnya.

Menurutnya, lonjakan harga ini tidak bisa dilepaskan dari ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor, yang mencapai lebih dari 80 persen kebutuhan nasional. Ketika terjadi gangguan distribusi global maupun fluktuasi nilai tukar, harga di tingkat perajin ikut terdampak.

“Kalau dihitung, biaya produksi jelas naik. Tapi kami tidak bisa langsung menaikkan harga jual tahu, karena daya beli masyarakat masih belum stabil,” katanya.

Saat ini, Achmad mengaku terpaksa menyiasati kenaikan harga kedelai ini dengan mengurangi ukuran atau menekan margin keuntungan agar tetap bisa bertahan di tengah persaingan pasar.

Di sisi lain, pelaku usaha berharap adanya intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai impor, baik melalui kebijakan subsidi, maupun penguatan pasokan kedelai lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....