DLH Kediri Sebut TPA Krisis, Warga Diminta Kelola Sampah dari Rumah
- 24 Feb 2026 22:35 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri mengungkapkan kondisi tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah saat ini tengah mengalami tekanan. Masyarakat pun didorong untuk mulai mengurangi dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pembatasan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang digelar di Pendopo Kampung Petung, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Selasa 24 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari unsur masyarakat setempat.
Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Kabupaten Kediri, Meika Dwi Nastiti, mengatakan krisis di hilir menjadi alasan penting perlunya pengurangan sampah dari sumbernya.
“Kita sekarang ini sedang krisis di TPA. Pelayanan DLH juga belum bisa mencakup seluruh wilayah Kabupaten Kediri, termasuk Kecamatan Puncu. Karena itu sampah harus dikurangi sejak dari desa atau rumah tangga,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan paparan materi, tetapi juga praktik langsung pengelolaan sampah rumah tangga. Warga diperkenalkan cara memilah sampah organik dan anorganik, serta teknik sederhana mengolah sampah organik agar tidak langsung dibuang.
Menurut Meika, lebih dari 60 persen sampah yang dihasilkan masyarakat merupakan sampah organik, terutama sisa makanan dan limbah dapur. Jika dikelola mandiri, volume sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan secara signifikan.
Sementara itu, sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis diarahkan untuk disalurkan melalui bank sampah atau TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
DLH juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah plastik maupun membuang residu seperti pampers balita secara sembarangan.
“Membakar sampah plastik memang terlihat praktis, tetapi justru berbahaya bagi kesehatan dan mencemari lingkungan,” tegasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, DLH berharap kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah meningkat, sehingga beban TPA yang saat ini terbatas dapat dikurangi sekaligus mencegah pencemaran lingkungan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....