Kak Hilmi Edukasi Karakter Anak lewat Dongeng
- 22 Feb 2026 10:33 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Founder Kampung Dongeng Surabaya, Hilmi, terus konsisten membangun karakter anak melalui seni bercerita sejak tahun 2016. Sebagai Koordinator Kampung Dongeng wilayah Jawa Timur, ia mengelola 13 titik dari total 250 titik nasional guna menyediakan tontonan edukatif bagi anak-anak di media sosial.
"Saya berupaya mengimbangi tontonan di media sosial dengan memperbanyak konten positif seperti dongeng pantomim dan boneka show di TikTok serta YouTube," ujar Hilmi saat menjelaskan profesinya sebagai konten kreator sekaligus pendongeng kepada RRI, Minggu, 22 Februari 2026.
Dalam program IDOLA (Indonesia Layak Anak) sekaligus edisi Ramadan, Hilmi membawakan dongeng berjudul ‘Jagalah Puasamu’ yang diawali dengan petikan gitar khas untuk menarik perhatian pendengar. Cerita berfokus pada tokoh Siti, seorang anak kecil yang tetap semangat belajar berpuasa meski melewatkan waktu sahur.
Di tengah perjalanan menuju masjid bersama ayahnya, Siti sempat digoda oleh sesosok setan yang bersembunyi di dalam botol misterius agar ia membatalkan puasanya. “Hai anak kecil tolong aku, kalau kamu buka botol ini aku akan mengabulkan semua keinginanmu,” ucap Hilmi seraya menirukan sosok setan dalam dongeng tersebut.
Keadaan berbalik ketika Siti justru berhasil mengerjai setan tersebut hingga mengecil dan kembali terkurung di dalam botol. Hilmi menceritakan, "Siti membuktikan kecerdikannya dengan tidak terjebak hasutan setan dan tetap melanjutkan perjalanannya menuju masjid dengan teguh,” ucapnya.
Di sepanjang jalan, Siti juga belajar memahami berbagai alasan mengapa seseorang diperbolehkan tidak berpuasa berdasarkan penjelasan bijak dari sang ayah. Melalui dialog Siti dan ayahnya, anak-anak diberikan pemahaman bahwa orang non-muslim, orang yang mengalami gangguan jiwa, serta lansia yang sakit tidak wajib berpuasa.
Sang ayah menekankan bahwa bagi mereka yang sakit, puasa yang ditinggalkan harus diganti di hari lain saat kondisi sudah memungkinkan. Pelajaran ini memberikan wawasan inklusif kepada Siti mengenai aturan syariat puasa dengan cara yang sangat sederhana.
Setibanya di rumah, Siti menceritakan seluruh pengalamannya kepada sang ibu yang langsung memberikan apresiasi tinggi atas kejujuran dan ketangguhan hatinya. Pengalaman Siti menjaga puasa meski menghadapi godaan dan rasa ingin tahu menjadi inti pesan yang ingin disampaikan Hilmi kepada anak-anak di rumah.
"Apresiasi orang tua sangat penting untuk menguatkan mental anak agar mereka merasa bangga menjadi anak hebat yang menjaga puasanya," kata Hilmi.
Kisah ini ditutup dengan pesan moral tentang pentingnya kejujuran, kesabaran, dan ketaatan dalam menjalankan ibadah sejak usia dini. Melalui media dongeng, Hilmi berharap pesan-pesan religius dapat terserap lebih mudah oleh imajinasi anak-anak tanpa terkesan menggurui. Ramadan pun menjadi momentum berharga untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui tradisi tutur yang menghibur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....