Sensory Play Bantu Tumbuh Kembang Anak
- 26 Jul 2026 14:40 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Sensory play adalah aktivitas bermain bagi anak dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak dini. Sensory play membantu anak merangsang beragam indera supaya bekerja maksimal sesuai usia anak. Eksplorasi beragam hal seperti suara, tekstur, warna, aroma, hingga rasa melalui sensory play juga membuat anak memiliki kepekaan sekaligus mengasah kecerdasan otak.
Sensory play yang rutin diberikan kepada anak dapat mendorong perkembangan motorik, sensorik, kognitif, sosial, hingga emosional. Kegiatan ini dirancang semenarik dan senyaman mungkin bagi anak. Konsep utamanya adalah pembelajaran melalui pengalaman nyata dan bukan sekedar teori.
Menurut laman Halodoc, motorik halus akan berkembang saat anak memegang benda-benda kecil, menuang, atau meremas adonan. Motorik kasar akan terasah ketika anak bermain melompat atau berlari. Permainan tersebut membuat anak mampu berpikir kritis dan logis, kreatif, dan memahami bagaimana mencari solusi atau memecahkan masalah.
Anak belajar menyampaikan ekspresi diri ketika bermain yang menguji ketangkasan dan ketrampilan. Anak juga bisa merasakan fokus, tenang, dan rileka ketika bermain sensory play. Peningkatan kemampuan anak dapat dilihat ketika anak sudah mulai mencari tahu tentang apa yang sedang mereka rasakan, atau mencari tau apa yang sedang mereka kerjakan, sebab akibat.
Mengolah dan memperkaya kosakata atau kemampuan berbahasa. Tentu orang tua juga harus turut mendampingi. Memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami anak sesuai tingkat usianya.
Mengutip dari Generasi Maju, bayi usia 0-6 bulan, mengenal sesuatu melalui suara, sentuhan, dan penglihatan. Sensory play yang baik adalah berupa mainan bertekstur lembut, suara musik atau lagu yang soft listening, atau memberikan pijatan ringan pada tubuh anak supaya cepat terangsang.
Usia 6-12 bulan, usia di mana anak mulai aktif mengeksplorasi sekitar. Mulai penasaran dengan apa yang ia lihat. Anak akan lebih suka dan sering menggigit, meraba, dan menjatuhkan benda. Permainan sensorik berupa teether, mainan dengan suara, dan bermain air.
Ketika menginjak usia 12-3 tahun, bentuk sensory play juga harus lebih beragam. Ini adalah masa anak-anak sangat aktif. Renrang usia ini, orang tua bisa mengajari anak tentang permainan seperti mengecat, mewarnai, bermain pasir, atau membuat adonan mainan.
Sementara ketika anak sudah di usia 3 tahun ke atas, sensory play harus lebih kompleks. Orang tua dapat mengenalkan tentang eksplorasi tekstur makanan, permainana dengan bahan alami (daun, tanah, air), serta aktivitas keseimbangan seperti bermain ayunan, berenang, atau lompat tali.
Permainan slime, dough, pasir kinetik, atau mainan edukasi memang menarik dan praktis digunakan untuk merangsang indra anak-anak. Orang tua juga tidak selalu perlu membeli untuk melakukan aktivitas sensory play. Orang tua juga bisa menciptakan atau memanfaatkan segala sesuatu yang ada di rumah untuk mengasah kepekaan indra anak.
Ada beragam jenis permainan taktis yang merangsang indra peraba, permainan visual untuk indra penglihatan, permainan aromatik untuk indra penciuman, permainan audio untuk indra pendengaran, permainan icip-icip untuk indra perasa, atau kombinasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....