Harga Cabai di Kediri Melonjak Hingga 81 Ribu

  • 10 Feb 2026 05:33 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Pasokan dari Banyuwangi dan Jawa Tengah sedikit, mengakibatkan harga cabai rawit mengalami kenaikan. Kenaikan harga terutama untuk jenis cabai rawit hingga mencapai Rp81.000 per kilogram serta cabai keriting.

Hal itu berdasarkan rilis harga aneka cabai di Pasar Induk Pare, dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Senin, 9 Februari 2026. Cabai Rawit Merah (CRM) varietas Brengos 99 harga Rp72.000 naik Rp9.000 menjadi Rp81.000 per kilogram, jenis Asmoro 043 dengan harga Rp72.000 naik Rp8.000 menjadi Rp80.000 per kilogram. 

Sedangkan cabai rawit lokal Kediri  harga Rp69.000 naik Rp10.000 menjadi Rp79.000 per kilogram. Cabai rawit jenis Prentol/ Tumi 99 harga Rp65.000 naik Rp9.000 menjadi Rp74.000 per kilogram, serta jenis Juwita 25 F1 harga Rp64.000 naik Rp7.000 menjadi Rp71.000 per kilogram. 

"Hari ini harga CRM dan CMK naik, karena pasokan berkurang, sedangkan harga CMB turun, karena pasokan bertambah. Pasokan dari Banyuwangi dan Jateng sangat sedikit sekali,” ucap Suyono, Ketua APCI Kabupaten Kediri.

Sementara Cabai Merah Besar (CMB), untuk varietas Gada EVO harga Rp22.000 per kilogram, jenis Imola dengan harga Rp21.000 per kilogram, untuk varietas janis Sandi 08 dengan harga Rp19.000 per kilogram. Cabai Merah Keriting (CMK) varietas Boos Tavi harga Rp22.000 naik Rp3.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. 

Kemudian untuk jenis Sibad diharga Rp20.000 naik Rp3.000 menjadi Rp23.000 per kilogram. Pengiriman komoditas cabai dari Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri ke wilayah Jabodetabek, cabai besar 3 Ton, cabai keriting 1 Ton dan cabai rawit 1 Ton. Serapan cabai untuk sektor Industri jenis cabai besar sebanyak 4, cabai keriting nihil, dan cabai rawit sebanyak 4 Ton. 

Pasokan aneka jenis cabai di Pasar induk Pare, untuk cabai besar dari wilayah Kediri, Jombang sebanyak 10 Ton. Pasokan cabai keriting dari wilayah Kediri sebanyak 1,6 Ton, serta pasokan cabai rawit dari lokal Kediri, Banyuwangi dan Jawa Tengah sebanyak 13 Ton.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....