Cuaca Ekstrem, Disnak Jombang Waspadai Penularan PMK

  • 06 Feb 2026 17:16 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Cuaca ekstrem yang ditandai dengan intensitas hujan tinggi dan kelembapan berkepanjangan meningkatkan risiko penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Jombang.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Peternakan (Disnak) Jombang meningkatkan kewaspadaan serta memperketat imbauan kepada para peternak agar lebih disiplin menerapkan langkah pencegahan.

Kepala Disnak Jombang, Moch Saleh menyampaikan bahwa lingkungan yang basah dan lembap menjadi faktor utama yang memungkinkan virus PMK bertahan lebih lama di kandang maupun sekitar peternakan. Oleh karena itu, musim hujan dinilai sebagai periode krusial dalam pengendalian penyakit hewan menular.

“Pada kondisi cuaca seperti ini, potensi penularan PMK meningkat. Kandang yang lembap dan sanitasi yang kurang optimal dapat mempercepat penyebaran virus,” ujar Saleh, Jumat, 6 Februari 2026.

Sebagai langkah antisipasi, Disnak Jombang telah menerima tambahan 18.000 dosis vaksin PMK dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Vaksin tersebut akan disalurkan secara bertahap mulai Februari 2026 dan dilanjutkan pada periode berikutnya.

“Vaksinasi dilakukan secara bertahap. Kami mengajak peternak untuk memanfaatkan program ini dan segera memvaksin ternaknya, khususnya sapi, agar kekebalan ternak dapat terbentuk,” katanya.

Saleh menegaskan bahwa vaksinasi harus diiringi dengan penerapan biosekuriti yang ketat. Menurutnya, pencegahan tidak hanya bergantung pada vaksin, tetapi juga pada pengelolaan kandang dan kedisiplinan peternak.

“Pengendalian PMK tidak cukup hanya dengan vaksin. Kebersihan kandang, pengaturan drainase, serta pembatasan lalu lintas orang dan hewan harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Disnak Jombang juga meminta peternak untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kesehatan ternak. Hewan yang menunjukkan gejala awal seperti demam, lepuh di mulut atau kuku, serta pincang diminta segera diisolasi dan dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan.

“Jika ada tanda-tanda penyakit sekecil apa pun, segera laporkan. Penanganan cepat menjadi kunci agar penularan tidak meluas,” ucap Saleh.

Untuk mendukung pengawasan di lapangan, Disnak Jombang mengerahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di tiap kecamatan. Posko Pengendalian PMK juga tetap diaktifkan selama 24 jam untuk menerima laporan dan konsultasi dari peternak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....