Pemkab Jombang Dapat 18.000 Tambahan Vaksin PMK

  • 04 Feb 2026 21:46 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang menerima tambahan 18.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah pusat untuk memperkuat upaya pengendalian wabah tersebut pada hewan ternak.

Dinas Peternakan (Disnak) Jombang dalam hal ini langsung menyalurkan tambahan vaksin tersebut dengan menerjunkan 13 tim vaksinator. Vaksinasi menyasar ternak sapi, kambing, dan domba, terutama di wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerentanan penularan PMK cukup tinggi.

Kepala Disnak Jombang, Moch Saleh, mengatakan tambahan vaksin ini menjadi penguat langkah pengendalian PMK yang tengah dilakukan di daerah.

“Jombang memperoleh tambahan 18 ribu dosis vaksin PMK dari APBN. Dosis tersebut langsung kami distribusikan dan aplikasikan untuk vaksinasi ternak di seluruh wilayah,” ujar Saleh, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kesiapan lapangan serta ketersediaan vaksin lanjutan dari pemerintah pusat.

“Pelaksanaannya kami atur bertahap. Jika nanti ada distribusi vaksin berikutnya, tentu akan kami lanjutkan agar perlindungan ternak semakin merata,” katanya.

Saleh menambahkan, kondisi musim hujan meningkatkan risiko penyebaran PMK akibat lingkungan yang lembap. Oleh sebab itu, partisipasi peternak sangat dibutuhkan agar program vaksinasi berjalan optimal.

“Pada situasi cuaca seperti sekarang, ternak lebih rentan tertular PMK. Kami mengimbau peternak tidak menunda vaksinasi, khususnya untuk sapi,” ucapnya.

Beberapa lokasi menjadi prioritas vaksinasi, antara lain Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung. Selain vaksinasi, Disnak Jombang juga memperkuat pengawasan lalu lintas ternak serta edukasi pencegahan penyakit kepada peternak.

Menurut Saleh, munculnya kembali kasus PMK dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti masih adanya ternak muda yang belum divaksin dan mobilitas ternak antar daerah yang belum sepenuhnya disertai riwayat kesehatan yang jelas.

“Kami terus meningkatkan pengawasan pergerakan ternak sekaligus memperkuat edukasi agar penyebaran PMK bisa ditekan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Hingga saat ini, tidak ada penambahan kasus PMK di Jombang, setelah update terakhir per 15 Januari 2026, yang mencatat sebanyak 32 ekor sapi terkonfirmasi positif PMK.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....