Disnak Jombang Komitmen Kembalikan Status Zero Case PMK

  • 28 Jan 2026 20:56 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang — Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Peternakan menegaskan komitmennya mengembalikan status zero case Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Upaya pengendalian diperkuat melalui pengawasan lapangan, penyemprotan disinfektan, serta percepatan vaksinasi ternak di wilayah rawan.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moch Saleh, mengatakan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan, terutama di pasar hewan dan jalur masuk ternak dari luar daerah.

“Langkah antisipasi terus kami perkuat. Pasar hewan disterilkan secara rutin, sementara ternak dari luar wilayah diperiksa dengan lebih ketat dan menyeluruh,” ujarnya, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kemunculan kembali PMK dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem yang berdampak pada penurunan daya tahan tubuh ternak. Situasi tersebut diperparah oleh tingginya mobilitas perdagangan hewan antarwilayah.

“Perubahan cuaca membuat ternak lebih rentan. Ditambah lalu lintas ternak yang meningkat, risiko penularan pun ikut terbuka,” katanya.

Selain pengawasan, Disnak Jombang juga mengedepankan pendekatan edukatif kepada peternak. Sosialisasi dilakukan agar peternak lebih disiplin menjaga kebersihan kandang, memperhatikan asupan pakan, serta segera melaporkan jika menemukan ternak bergejala sakit.

“Begitu ada tanda-tanda sakit, segera laporkan. Kami siapkan penanganan berupa obat dan vitamin,” tambah Saleh.

Upaya pencegahan turut diperkuat melalui vaksinasi. Hingga saat ini, sebanyak 1.543 dosis vaksin PMK telah disalurkan ke sejumlah kecamatan prioritas, termasuk Wonosalam dan kawasan utara Sungai Brantas, yang memiliki populasi ternak tinggi dan aktivitas jual beli yang cukup padat.

Disnak juga memastikan tambahan vaksin dari pemerintah pusat akan kembali diterima pada Februari 2026.

Saleh menyebutkan, hingga saat ini tidak terdapat penambahan kasus PMK. Dari total 32 kasus yang sempat tercatat, pihaknya berupaya keras agar jumlah tersebut tidak bertambah.

“Kasus baru belum ada. Upaya pencegahan dini terus kami tingkatkan agar situasi tetap terkendali,” ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....