Ecoton Sebut Sungai di Jombang Tercemar Mikroplastik

  • 24 Jan 2026 19:23 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Lembaga pemerhati lingkungan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) mengungkap adanya pencemaran mikroplastik di sejumlah aliran sungai di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas domestik masih menjadi penyumbang utama degradasi kualitas perairan di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil pengambilan sampel di tiga titik saluran air, yakni kawasan depan Polres Jombang, depan Lapas Jombang, serta Jatirejo, Cukir, Ecoton menemukan partikel mikroplastik dengan dominasi jenis fiber. Jenis ini umumnya berasal dari serat tekstil sintetis yang terlepas saat aktivitas rumah tangga, terutama pencucian pakaian.

Kepala Laboratorium Ecoton, Rafika Aprilianti, menjelaskan bahwa temuan fiber hampir selalu mendominasi hasil riset mikroplastik di kawasan permukiman padat.

“Serat mikro dari bahan sintetis banyak dihasilkan dari kegiatan harian masyarakat. Saat mencuci, serat itu terlepas, masuk ke saluran air, lalu terbawa hingga ke sungai,” ujar Rafika, Sabtu, 24 Januari 2026.

Di titik depan Polres Jombang, Ecoton mencatat keberadaan 13 partikel mikroplastik yang seluruhnya merupakan jenis fiber. Sementara di kawasan depan Lapas Jombang, jumlah partikel yang ditemukan mencapai 14, terdiri dari 10 fiber, satu film, dan tiga fragmen, yang menandakan adanya sumber pencemar lain seperti plastik kemasan sekali pakai.

Adapun lokasi Jatirejo, Cukir, mencatat temuan tertinggi dengan total 16 partikel mikroplastik. Dari jumlah tersebut, 13 partikel merupakan fiber, dua film, dan satu fragmen. Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa limbah domestik memberi kontribusi besar terhadap pencemaran mikroplastik di wilayah tersebut.

Sementara itu, Pendiri Ecoton, Prigi Arisandi, menilai temuan ini perlu menjadi perhatian serius karena mikroplastik berpotensi berdampak pada kesehatan manusia.

“Partikel mikroplastik tidak berhenti di perairan. Ia masuk ke rantai makanan, dikonsumsi biota air, lalu akhirnya kembali ke tubuh manusia,” kata Prigi.

Di samping itu, Peneliti Senior Ecoton, Amiruddin Muttaqin, menegaskan bahwa persoalan utama terletak pada sistem pengelolaan limbah rumah tangga yang belum memadai.

“Selama pengolahan limbah domestik belum diperbaiki secara menyeluruh, mikroplastik akan terus mengalir bebas ke lingkungan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....