Misi KOREK Kediri Hapus Stigma Ular

  • 23 Jan 2026 23:27 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Komunitas Reptil Kediri (KOREK) hadir sebagai wadah bagi para pecinta hewan eksotis sekaligus agen edukasi bagi masyarakat luas sejak tahun 2007. Berawal dari perkumpulan tujuh orang yang memiliki hobi serupa, komunitas ini kini berkembang menjadi organisasi yang memberikan manfaat nyata dalam pelestarian satwa liar di Kediri.

Ketua KOREK, Iko’, mengungkapkan bahwa misi utama mereka adalah mengubah stigma negatif masyarakat terhadap reptil melalui pemahaman yang benar dan berbasis data. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah mengenai populasi ular, di mana dari 360 ribu jenis ular, hanya sekitar 30 persen yang dikategorikan berbisa.

Iko’ mengingatkan warga untuk tidak panik berlebihan, meski serum untuk bisa risiko tinggi belum tersedia di rumah sakit Kediri. "Untuk gigitan ular berbisa rendah hingga sedang, penanganan awal bisa dilakukan dengan istirahat, mengonsumsi banyak telur, serta air kelapa," ujar Iko’.

Terkait interaksi manusia dengan reptil besar seperti King Cobra dan Phyton, Iko’ menegaskan bahwa manusia pada hakikatnya bukanlah menu utama ular. Insiden serangan biasanya terjadi karena kesalahan sensor pada ular atau karena merasa terganggu oleh kehadiran manusia.

"Asalkan kita tidak menyentuh atau mengganggu mereka, ular tidak akan menyerang; hal ini berlaku untuk semua jenis ular," katanya.

Dalam hal pemeliharaan, KOREK mengimbau masyarakat untuk mendapatkan satwa melalui hasil penangkaran, bukan tangkapan alam. Memelihara ular dari alam liar sangat berisiko karena sifat aslinya akan muncul kembali setelah masa stres hilang, yang seringkali berujung pada kematian satwa tersebut.

Bagi pemula, Iko’ juga memberikan tips penting mengenai keamanan fisik saat berinteraksi dengan reptil, yaitu dengan menghindari memegang bagian ekor karena merupakan area paling sensitif bagi ular. Saat ini, KOREK didukung oleh 60 anggota aktif yang terlibat langsung dalam upaya konservasi, mulai dari pengembangbiakan hingga proses evakuasi satwa dari pemukiman warga.

Bagi masyarakat Kediri yang membutuhkan bantuan evakuasi reptil yang masuk ke rumah atau mengganggu kenyamanan, dapat langsung menghubungi komunitas melalui kanal media sosial resmi mereka. "Pastikan lingkungan sekitar bisa menerima sebelum memutuskan memelihara reptil, dan pastikan satwa tersebut berasal dari penangkaran agar terjamin kejinakannya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....